Tunggak raskin, Bulog ancam hentikan distribusi
Selasa, 13 November 2012 - 16:05 WIB
Tunggak raskin, Bulog ancam hentikan distribusi
A
A
A
Sindonews.com - Sejumlah kecamatan di Kabupaten Tana Toraja terancam tidak akan mendapatkan beras untuk keluarga miskin (raskin) karena menunggak pembayaran Rp787,7 juta kepada Bulog.
Kondisi ini terungkap saat rapat evaluasi penyaluran raskin triwulan III di Ruang Pola Kantor Bupati Tana Toraja, Selasa (13/11) pagi.
Wakil kepala Bulog Sub Divre VII Palopo, Abdul Hamid Majid mengatakan, tunggakan pembayaran raskin akan mengganggu distribusi raskin. Hamid mengancam, menghentikan jatah raskin bulan berikutnya untuk kecamatan yang belum melunasi pembayaran raskin.
“Kami berharap, kecamatan yang masih memiliki tunggakan pembayaran raskin segera melunasi agar distribusi raskin berjalan lancar,” katanya di kantor Bupati Tana Toraja, Selasa (13/11/2012).
Asisten II bidang ekonomi dan pembangunan kabupaten Tana Toraja, Very Bitticaca berdalih, lokasi sejumlah kecamatan yang terpencil membuat pihak kecamatan kesulitan menyetor uang raskin.
"Biasanya pihak kecamatan baru menyetor pembayaran raskin jika mereka ada keperluan datang ke ibukota kabupaten," terangnya.
Diakuinya, tunggakan raskin suatu kecamatan merugikan rumah tangga miskin sasaran karena tidak bisa menikmati raksin tepat waktu.
“Pemkab terus melakukan koordinasi dengan pihak pemerintah kecamatan, kelurahan desa untuk menyelesaikan masalah tunggakan pembayaran raskin,” tandasnya.
Dalam rapat evaluasi penyaluran raskin triwulan III di ruang pola kantor bupati Tana Toraja, terungkap kalau sejumlah kecamatan belum menyetor tunggakan raskin sebesar Rp785,7 juta.
"Tunggakan itu sudah termasuk raskin ke-13 yang disalurkan pada bulan September lalu,” ujar Kepala Bagian Perekonomian Setda Tana Toraja, Margaretha.
Dia menjelaskan, tunggakan pembayaran raskin tersebut tersebar di 17 kecamatan dari 19 kecamatan yang ada di Tana Toraja. Sementara dua kecamatan yang sudah menyelesaikan pembayaran raskin hingga Oktober 2012 yakni, kecamatan Malimbong Balepe dan Sangalla Utara.
Kondisi ini terungkap saat rapat evaluasi penyaluran raskin triwulan III di Ruang Pola Kantor Bupati Tana Toraja, Selasa (13/11) pagi.
Wakil kepala Bulog Sub Divre VII Palopo, Abdul Hamid Majid mengatakan, tunggakan pembayaran raskin akan mengganggu distribusi raskin. Hamid mengancam, menghentikan jatah raskin bulan berikutnya untuk kecamatan yang belum melunasi pembayaran raskin.
“Kami berharap, kecamatan yang masih memiliki tunggakan pembayaran raskin segera melunasi agar distribusi raskin berjalan lancar,” katanya di kantor Bupati Tana Toraja, Selasa (13/11/2012).
Asisten II bidang ekonomi dan pembangunan kabupaten Tana Toraja, Very Bitticaca berdalih, lokasi sejumlah kecamatan yang terpencil membuat pihak kecamatan kesulitan menyetor uang raskin.
"Biasanya pihak kecamatan baru menyetor pembayaran raskin jika mereka ada keperluan datang ke ibukota kabupaten," terangnya.
Diakuinya, tunggakan raskin suatu kecamatan merugikan rumah tangga miskin sasaran karena tidak bisa menikmati raksin tepat waktu.
“Pemkab terus melakukan koordinasi dengan pihak pemerintah kecamatan, kelurahan desa untuk menyelesaikan masalah tunggakan pembayaran raskin,” tandasnya.
Dalam rapat evaluasi penyaluran raskin triwulan III di ruang pola kantor bupati Tana Toraja, terungkap kalau sejumlah kecamatan belum menyetor tunggakan raskin sebesar Rp785,7 juta.
"Tunggakan itu sudah termasuk raskin ke-13 yang disalurkan pada bulan September lalu,” ujar Kepala Bagian Perekonomian Setda Tana Toraja, Margaretha.
Dia menjelaskan, tunggakan pembayaran raskin tersebut tersebar di 17 kecamatan dari 19 kecamatan yang ada di Tana Toraja. Sementara dua kecamatan yang sudah menyelesaikan pembayaran raskin hingga Oktober 2012 yakni, kecamatan Malimbong Balepe dan Sangalla Utara.
(ysw)