Kesenian daerah ramaikan KBN
Selasa, 13 November 2012 - 09:46 WIB
Kesenian daerah ramaikan KBN
A
A
A
Sindonews.com - Pagelaran pentas seni pada Kemah Budaya Nasional (KBN) ke III, yang diselenggarakan di arena Pusdiklatcab HM Masdar Pasmar, Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), memperkenalkan kebudayaan adat dan seni daerah dari 34 provinsi.
Pada pagelaran seni yang menampilkan masing-masing kontingen perwakilan daerah, para peserta mengenakan pakaian adat serta tari daerahnya yang biasa ditampilkan pada acara resmi daerah.
Salah satu kontingen dari Kwarda Provinsi Jambi, tampil dengan busana khas jambi dan membawakan tari Pambatik. Dengan jumlah personil sembilan orang, tari pambatik yang diiringi lagu melayu mampu menghipnotis para peserta KBN pada acara pentas seni.
"Tari Pambatik itu kita biasa tampilkan pada acara resmi di Jambi seperti penyambutan tamu," ujar Pembina Pramuka Kwarda Jambi, Dwi Nuhroho, di Polman, Selasa (13/11/2012).
Begitupun dengan tari dana-dana dari Provinsi Gorontalo. Tak kalah menarik dengan penampilan tari Pambatik dari Provinsi Jambi.
Tari dana-dana yang diiringi irama musik padang pasir mampu membuat peserta yang ada dalam area perkemahan terkesan dan bisa menikmati alunan musik merdunya.
Tak mau kalah, kontingen Kwarda asal provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), saat tampil juga memperkenalkan pakaian adat yang ada di daerahnya yang dikemas dalam seni tari. Saat tampil, mereka pun memperkenalkan makanan khas dari daerahnya seperti sayur kelor dan utadada.
Pagelaran seni KBN itu tak hanya disaksikan seluruh peserta dari perwakilan provinsi, tapi juga masyarakat Polman.
Pada pagelaran seni yang menampilkan masing-masing kontingen perwakilan daerah, para peserta mengenakan pakaian adat serta tari daerahnya yang biasa ditampilkan pada acara resmi daerah.
Salah satu kontingen dari Kwarda Provinsi Jambi, tampil dengan busana khas jambi dan membawakan tari Pambatik. Dengan jumlah personil sembilan orang, tari pambatik yang diiringi lagu melayu mampu menghipnotis para peserta KBN pada acara pentas seni.
"Tari Pambatik itu kita biasa tampilkan pada acara resmi di Jambi seperti penyambutan tamu," ujar Pembina Pramuka Kwarda Jambi, Dwi Nuhroho, di Polman, Selasa (13/11/2012).
Begitupun dengan tari dana-dana dari Provinsi Gorontalo. Tak kalah menarik dengan penampilan tari Pambatik dari Provinsi Jambi.
Tari dana-dana yang diiringi irama musik padang pasir mampu membuat peserta yang ada dalam area perkemahan terkesan dan bisa menikmati alunan musik merdunya.
Tak mau kalah, kontingen Kwarda asal provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), saat tampil juga memperkenalkan pakaian adat yang ada di daerahnya yang dikemas dalam seni tari. Saat tampil, mereka pun memperkenalkan makanan khas dari daerahnya seperti sayur kelor dan utadada.
Pagelaran seni KBN itu tak hanya disaksikan seluruh peserta dari perwakilan provinsi, tapi juga masyarakat Polman.
(ysw)