Figur tetap kuat di Pilkada Jabar
Selasa, 13 November 2012 - 08:58 WIB
Figur tetap kuat di Pilkada Jabar
A
A
A
Sindonews.com - Kekuatan figur dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Barat (Jabar) yang tinggal beberapa bulan lagi disinyalir masih akan memegang kekuatan, dan memberikan pengaruh yang besar terhadap dukungan yang akan masing-masing pasangan calon terima.
Direktur Eksekutif Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) Husin Yazid menyatakan jika figur menjadi faktor yang paling dominan dalam Pilkada Jabar nanti.
"Pengalaman kita melakukan analisis di 33 Provinsi di Indonesia, figur itu paling dominan. Ada popularitas, potensi, integritasnya (di masing-masing calon)," kata Husin saat dihubungi sindonews di Jakarta, Senin (12/11/2012).
Namun di sisi lain, Husin juga tidak menampik jika peran Partai Politik yang mengusung di belakang para calon juga memiliki andil meskipun tidak terlalu besar.
"Partai hanya pintu masuk, plus untuk memperkuat jaringannya. Tapi tidak 100 persen figur. Ya 70 persen figur, 30 persen Partailah," jelas Husin.
Sebelumnya diketahui, Pilkada Jabar diprediksi akan berjalan dalam dua putaran oleh Direktur Eksekutif Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) Husin Yazid.
Hal itu karena kelima pasangan calon Gubernur yang ada, beberapa diantaranya dinilai memiliki kekuatan figur yang sama kuat. Terlebih apabila figur yang maju juga memiliki kantong dukungan yang hampir merata.
Diketahui, kelima pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang mencalonkan diri dalam Pilkada Jabar yakni, Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar, Rieke Dyah Pitaloka-Teten Masduki, Dede Yusuf-Lex Laksmana, Syafiuddin alias Kang Yance-Tatang Farhanul Hakim, dan Dikdik Muliana Arief Mansur-Cecep Nana Suryana Toyib
Direktur Eksekutif Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) Husin Yazid menyatakan jika figur menjadi faktor yang paling dominan dalam Pilkada Jabar nanti.
"Pengalaman kita melakukan analisis di 33 Provinsi di Indonesia, figur itu paling dominan. Ada popularitas, potensi, integritasnya (di masing-masing calon)," kata Husin saat dihubungi sindonews di Jakarta, Senin (12/11/2012).
Namun di sisi lain, Husin juga tidak menampik jika peran Partai Politik yang mengusung di belakang para calon juga memiliki andil meskipun tidak terlalu besar.
"Partai hanya pintu masuk, plus untuk memperkuat jaringannya. Tapi tidak 100 persen figur. Ya 70 persen figur, 30 persen Partailah," jelas Husin.
Sebelumnya diketahui, Pilkada Jabar diprediksi akan berjalan dalam dua putaran oleh Direktur Eksekutif Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) Husin Yazid.
Hal itu karena kelima pasangan calon Gubernur yang ada, beberapa diantaranya dinilai memiliki kekuatan figur yang sama kuat. Terlebih apabila figur yang maju juga memiliki kantong dukungan yang hampir merata.
Diketahui, kelima pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang mencalonkan diri dalam Pilkada Jabar yakni, Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar, Rieke Dyah Pitaloka-Teten Masduki, Dede Yusuf-Lex Laksmana, Syafiuddin alias Kang Yance-Tatang Farhanul Hakim, dan Dikdik Muliana Arief Mansur-Cecep Nana Suryana Toyib
(azh)