2.316 anak putus sekolah akan disekolahkan

Senin, 12 November 2012 - 06:00 WIB
2.316 anak putus sekolah...
2.316 anak putus sekolah akan disekolahkan
A A A
Sindonews.com - Sebanyak 2.316 anak putus sekolah SD dan SMP di wilayah Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, yang terjaring dalam program transisi akan dikembalikan ke sekolah secara massal.

Gerakan pengembalian anak ke sekolah sebanyak 2.316 dalam satu hari tersebut rencananya akan dilaksanakan hari ini, dan akan dicatat sebagai rekor terbanyak dan dicatatkan dalam rekor MUseum Rekor Indonesia.

“Hari ini, 2.316 anak dari SD dan SMP yang terjaring dalam program transisi putus sekolah akan kita sekolahkan kembali,” ujar Kepala Bidang Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraha Yohanes Piterson, Minggu 11 November 2012.

Sebelumnya, pengembalian anak untuk kembali bersekolah sudah pernah dilakukan. Namun, selama ini, jumlahnya paling banyak sekira 200 anak.

Dari jumlah anak tersebut, sebanyak 505 anak akan kembali bersekolah di lembaga pendidikan formal (SD, SLTP, MTS), sementara 1.811 anak akan kembali bersekolah di lembaga pendidikan non formal atau paket B.

Yohanes menyebutkan, jumlah anak tersebut masing-masing berasal dari 14 kecamatan. Diantaranya, Kecamatan Tinambung sebanyak 79 anak, Campalagian 489 anak, Wonomulyo 179 anak, Polewali 96 anak, Tubbi Taramanu (Tutar) 223 anak, Tapango 169 anak, Matangga 90 anak, Luyo 214 anak, Limboro 120 anak, Balanipa 251 anak, Anreapi 92 anak, Matakali 89 anak, Allu 140 anak, dan Bulo 85 anak.

“Khusus dua kecamatan lainnya yakni Binuang dan Mapilli tidak ada. Sebab, sudah dikembalikan pada program transisi tahun 2011 lalu yang jumlahnya sebanyak 270 anak,” jelas Yohanes.

Dalam penjaringan anak putus sekolah, tercatat sebanyak 4.098 anak dari SD dan SMP yang putus sekolah. Namun, setelah dilakukan diskusi dengan para orangtua anak berkaitan dengan pengembalian anak untuk kembali bersekolah, diantara mereka hanya 2.316 yang menyatakan siap untuk bersekolah.

Sisanya dianggap tidak siap dan sama sekali tidak ingin untuk bersekolah. Selain itu, faktor usia mengakibatkan anak tersebut tidak ingin lagi untuk bersekolah. Alasan adalah karena anak tersebut memang tidak ingin lagi bersekolah.
(rsa)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
Berita Terkini
Kemenhut Bongkar Jalur...
Kemenhut Bongkar Jalur Distribusi Tambang Ilegal di NTB, 8 Orang Ditangkap
46 menit yang lalu
Perkuat Layanan Kesehatan,...
Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkot Tangsel Tingkatkan Kapasitas 1.389 Kader Posyandu
2 jam yang lalu
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
5 jam yang lalu
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
5 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
5 jam yang lalu
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
6 jam yang lalu
Infografis
Tahapan Penerimaan Sekolah...
Tahapan Penerimaan Sekolah Kedinasan 2026, Lulus Bisa Jadi Calon PNS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved