Gubernur minta warga Mamasa tetap waspada
Minggu, 11 November 2012 - 03:57 WIB
Gubernur minta warga Mamasa tetap waspada
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Anwar Adnan Saleh meminta kepada seluruh masyarakat Sulbar, khususnya kepada warga yang tinggal disekitaran sungai maupun pegunungan untuk tetap waspada terhadap bencana alam seperti banjir maupun longsor.
Apalagi, menjelang atau memasuki musim hujan, tentu harus menjadi perhatian untuk mengantisipasi terjadinya banjir atau longsor itu terjadi.
"Ini sudah masuk musim hujan. Lebih baik sejak sekarang kita antisipasi dan waspada terhadap hal-hal yang tidak diinginkan," pintanya usai melakukan kunjungan ke lokasi bencana serta laporan dan hasil koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Mamasa, di lokasi, kepada SINDO, Sabtu (10/11/2012).
Sebab, apa yang telah terjadi di Desa Batanguru, kata gubernur dua periode ini adalah murni bencana.
Menurut dia, tidak ada orang yang mengingingkan bencana itu terjadi. Sebab, itu adalah kehendak Tuhan. Karena itu, sebagai manusia bisa, akan lebih baik untuk meningkatkan kewaspadaan demi keselamatan.
Anwar mengatakan turut berduka cita atas peristiwa tersebut. Dalam peristiwa banjir bandang hingga menelan belasan korban jiwa, Gubernur berkesimpulan untuk merelokasi para penduduk yang tinggal tepat dilokasi banjir bandang terjadi.
Sebelumnya, Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat, berduka cita. Belasan warganya yang bertempat tinggal di Dusun Kabanniran, Desa Batanguru Timur, Kecamatan Sumarorong, tewas setelah dilanda bencana alam tanah longsor yang mengakibatkan terjadinya banjir bandang.
Dari lokasi kejadian, sebuah perkampungan warga yang terletak dilereng pegunungan Kolong Lao itu, bablas disapu air dan bebatuan yang jatuh dari atas pegunungan.
Tercatat, tujuh rumah penduduk, tiga buah mobil, serta satu unit sepeda motor rusak parah setelah dihantam air dan batuan dalam peristiwa banjir bandang itu. Bahkan, jalan poros penghubung antara Tabone dan Nosu pun terputus.
Apalagi, menjelang atau memasuki musim hujan, tentu harus menjadi perhatian untuk mengantisipasi terjadinya banjir atau longsor itu terjadi.
"Ini sudah masuk musim hujan. Lebih baik sejak sekarang kita antisipasi dan waspada terhadap hal-hal yang tidak diinginkan," pintanya usai melakukan kunjungan ke lokasi bencana serta laporan dan hasil koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Mamasa, di lokasi, kepada SINDO, Sabtu (10/11/2012).
Sebab, apa yang telah terjadi di Desa Batanguru, kata gubernur dua periode ini adalah murni bencana.
Menurut dia, tidak ada orang yang mengingingkan bencana itu terjadi. Sebab, itu adalah kehendak Tuhan. Karena itu, sebagai manusia bisa, akan lebih baik untuk meningkatkan kewaspadaan demi keselamatan.
Anwar mengatakan turut berduka cita atas peristiwa tersebut. Dalam peristiwa banjir bandang hingga menelan belasan korban jiwa, Gubernur berkesimpulan untuk merelokasi para penduduk yang tinggal tepat dilokasi banjir bandang terjadi.
Sebelumnya, Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat, berduka cita. Belasan warganya yang bertempat tinggal di Dusun Kabanniran, Desa Batanguru Timur, Kecamatan Sumarorong, tewas setelah dilanda bencana alam tanah longsor yang mengakibatkan terjadinya banjir bandang.
Dari lokasi kejadian, sebuah perkampungan warga yang terletak dilereng pegunungan Kolong Lao itu, bablas disapu air dan bebatuan yang jatuh dari atas pegunungan.
Tercatat, tujuh rumah penduduk, tiga buah mobil, serta satu unit sepeda motor rusak parah setelah dihantam air dan batuan dalam peristiwa banjir bandang itu. Bahkan, jalan poros penghubung antara Tabone dan Nosu pun terputus.
(mhd)