Jabar diguncang gempa
Sabtu, 10 November 2012 - 13:54 WIB
Jabar diguncang gempa
A
A
A
Sindonews.com - Gempa dengan kekuatan 5,5 Skala Richter (SR) mengguncang wilayah Jawa Barat siang ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, Geofisika (BMKG) merilis, gempa terjadi pada kedalaman 10 kilometer, berada di dasar laut Samudera Hindia di sebelah Utara Zona subduksi Lempeng Samudera Hindia dan Eurasia.
Sedangkan pusat gempa berada di 85 km Barat Daya Sukabumi, dan 96 km Barat Daya Cianjur, Jawa Barat.
Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho, beberapa detik gempa dirasakan cukup keras oleh warga Cianjur dan Tasikmalaya. Tak pelak, masyarakat di sana merespon dengan keluar dari rumah saat merasakan guncangan gempa.
"Gempa juga dirasakan di Bandung, tapi lemah. Dan sampai sekarang belum ada laporan korban maupun kerusakan akibat gempa," jelas Sutopo melalui rilis, Sabtu (10/11/2012).
Saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Sukabumi dan Jabar masih melakukan pemantauan dan pendataan.
Sutopo mengimbau agar masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan terhadap gempa di Indonesia. Gempa terjadinya tidak dapat diprediksi, dan terjadi sewaktu-waktu. "Munculnya korban selama ini, bukan lantaran gempanya tapi karena bangunan yang tidak tahan gempa," jelas Sutopo.
Sedangkan pusat gempa berada di 85 km Barat Daya Sukabumi, dan 96 km Barat Daya Cianjur, Jawa Barat.
Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho, beberapa detik gempa dirasakan cukup keras oleh warga Cianjur dan Tasikmalaya. Tak pelak, masyarakat di sana merespon dengan keluar dari rumah saat merasakan guncangan gempa.
"Gempa juga dirasakan di Bandung, tapi lemah. Dan sampai sekarang belum ada laporan korban maupun kerusakan akibat gempa," jelas Sutopo melalui rilis, Sabtu (10/11/2012).
Saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Sukabumi dan Jabar masih melakukan pemantauan dan pendataan.
Sutopo mengimbau agar masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan terhadap gempa di Indonesia. Gempa terjadinya tidak dapat diprediksi, dan terjadi sewaktu-waktu. "Munculnya korban selama ini, bukan lantaran gempanya tapi karena bangunan yang tidak tahan gempa," jelas Sutopo.
(lns)