Tim pengawas cilik di Depok awasi makanan berbahaya
Jum'at, 09 November 2012 - 16:50 WIB
Tim pengawas cilik di Depok awasi makanan berbahaya
A
A
A
Sindonews.com - Dinas Kesehatan Kota Depok membentuk tim pengawas cilik yang terdiri dari anak-anak SD. Tim pengawas cilik ini, bertugas mengawasi kantin dan jajanan dari bahan makanan yang berbahaya di sekolah mereka. Tim pengawas cilik ini, siap diterjunkan untuk mengawasi jajanan di kantin sekolah mereka, pada 2013.
"Food inspector cilik akan dilatih menjadi pengawas yang terdiri dari masing-masing sekolah, untuk mengawasi kantin di sekolah mereka. Tugasnya mengawasi keamanan pangan dari bahan berbahaya di sekolah mereka," ujar Kepala Bidang Perbekalan Kesehatan Pengawas Obat dan Makanan Dinas Kesehatan Kota Depok Devi Maryori, di Depok, Jumat (9/11/2012).
Para tim pengawas cilik ini, nantinya akan dibekali degan ilmu-ilmu keamanan pangan dan indikator-indikator untuk melakukan penilaian. Mereka juga dapat mengimbau teman-temannya agar terhindar dari makanan yang berbahaya.
Pasalnya, dari hasil penelitian yang dilakukan, diketahui 52 persen jajanan sekolah dasar (SD) tercemar bakteri makanan (coliform). Dan 60 persen air minum di jajanan anak SD juga tercemar bakteri. Pihaknya menemukan pencemaran dari jajanan yang dijual pedagang di luar sekolah.
"Pencemaran bakteri pada jajanan tersebut dapat dikarenakan dari tidak higienisnya tempat makanan, cara pengolahan makanan, penyajian dan tempat mereka berjualan," tutupnya.
"Food inspector cilik akan dilatih menjadi pengawas yang terdiri dari masing-masing sekolah, untuk mengawasi kantin di sekolah mereka. Tugasnya mengawasi keamanan pangan dari bahan berbahaya di sekolah mereka," ujar Kepala Bidang Perbekalan Kesehatan Pengawas Obat dan Makanan Dinas Kesehatan Kota Depok Devi Maryori, di Depok, Jumat (9/11/2012).
Para tim pengawas cilik ini, nantinya akan dibekali degan ilmu-ilmu keamanan pangan dan indikator-indikator untuk melakukan penilaian. Mereka juga dapat mengimbau teman-temannya agar terhindar dari makanan yang berbahaya.
Pasalnya, dari hasil penelitian yang dilakukan, diketahui 52 persen jajanan sekolah dasar (SD) tercemar bakteri makanan (coliform). Dan 60 persen air minum di jajanan anak SD juga tercemar bakteri. Pihaknya menemukan pencemaran dari jajanan yang dijual pedagang di luar sekolah.
"Pencemaran bakteri pada jajanan tersebut dapat dikarenakan dari tidak higienisnya tempat makanan, cara pengolahan makanan, penyajian dan tempat mereka berjualan," tutupnya.
(san)