Ogah jadi pagar ayu, 3 siswa dianiaya guru
Jum'at, 09 November 2012 - 14:22 WIB
Ogah jadi pagar ayu, 3 siswa dianiaya guru
A
A
A
Sindonews.com - Penganiayaan terhadap siswa kembali terjadi di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel). Tiga orang siswa Sekolah Dasar (SD) diduga dianiaya oleh oknum gurunya. Lantaran tidak memenuhi permintaan gurunya untuk menjadi pagar ayu pesta pernikahan, ketiga siswa ini ditampar dan dijambak rambutnya.
Kejadian ini berawal saat ketiga siswa Sekolah Dasar (SD) Inpres 3/77 Walannae, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone tersebut disuruh oleh oknum guru untuk menjadi pagar ayu di pesta pernikahan salah seorang guru di sekolah tersebut.
Namun ketiga siswa ini tidak memenuhi perintah gurunya. Mengetahui hal tersebut, oknum guru yang berinisial MN menjadi berang karena menganggap disepelekan oleh siswanya.
"Saya dicubit di bagian perut, ditampar dan rambut saya ditarik. Terus saya disuruh pulang, gara-garanya saya tidak pergi jadi pagar ayu," ungkap salah seorang siswa, Isma menjelaskan kepada wartawan, Jumat (9/11/2012).
MN sempat memberikan komentar terkait penganiayaan ini. Menurut MN, dirinya memang mencubit ketiga siswanya karena emosi. Namun, MN membantah dirinya menjambak dan menyuruh pulang ketiga siswanya.
Orangtua siswa yang tidak terima anaknya mendapat perlakukan kasar langsung mendatangi sekolah. Saat itu terjadi adu mulut antara orangtua siswa dengan MN di ruang kepala SD Inpres 3/77 Walannae, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone.
Kepala SD Inpres 3/77 Walannae, Majja sangat menyesalkan ulah oknum tenaga pengajarnya yang diduga melakukan penganiayaan. Majja mengatakan sekarang bukan zamannya lagi untuk melakukan penganiayaan terhadap siswa.
"Kita akan memberikan pembinaan terhadap oknum guru tersebut dan segera menyelesaikan persoalan ini," papar Majja.
Kejadian ini berawal saat ketiga siswa Sekolah Dasar (SD) Inpres 3/77 Walannae, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone tersebut disuruh oleh oknum guru untuk menjadi pagar ayu di pesta pernikahan salah seorang guru di sekolah tersebut.
Namun ketiga siswa ini tidak memenuhi perintah gurunya. Mengetahui hal tersebut, oknum guru yang berinisial MN menjadi berang karena menganggap disepelekan oleh siswanya.
"Saya dicubit di bagian perut, ditampar dan rambut saya ditarik. Terus saya disuruh pulang, gara-garanya saya tidak pergi jadi pagar ayu," ungkap salah seorang siswa, Isma menjelaskan kepada wartawan, Jumat (9/11/2012).
MN sempat memberikan komentar terkait penganiayaan ini. Menurut MN, dirinya memang mencubit ketiga siswanya karena emosi. Namun, MN membantah dirinya menjambak dan menyuruh pulang ketiga siswanya.
Orangtua siswa yang tidak terima anaknya mendapat perlakukan kasar langsung mendatangi sekolah. Saat itu terjadi adu mulut antara orangtua siswa dengan MN di ruang kepala SD Inpres 3/77 Walannae, Kecamatan Tanete Riattang, Kabupaten Bone.
Kepala SD Inpres 3/77 Walannae, Majja sangat menyesalkan ulah oknum tenaga pengajarnya yang diduga melakukan penganiayaan. Majja mengatakan sekarang bukan zamannya lagi untuk melakukan penganiayaan terhadap siswa.
"Kita akan memberikan pembinaan terhadap oknum guru tersebut dan segera menyelesaikan persoalan ini," papar Majja.
(azh)