Ahok: Kami tak anti kritik
Kamis, 08 November 2012 - 16:49 WIB
Ahok: Kami tak anti kritik
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku tidak takut didemo oleh mahasiswa. Namun bukan berarti Ahok senang didemo. Sebaliknya, dia lebih suka mengajak Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang ingin mendemo dirinya untuk berdiskusi, dan mencari jalan keluar bersama.
Menurutnya, forum diskusi yang dibentuk antara pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dengan mahasiswa adalah untuk membangun, dan melakukan pengawasan dalam rangka membangun Jakarta baru.
"Oh enggak, kita bukan anti kritis, justru kita ingin mereka kritis. Kalau demo orang enggak dengerin. Ini (diskusi) kan lebih seru, dan lebih keras, dan langsung ditemui kepala daerah, gubernur, dan wakil gubernur kan satu pket," ujar Ahok usai bertemu BEM di Kantor Balai Kota, Jakarta, Kamis (8/11/2012).
Ditambahkan dia, dengan menggandeng mahasiswa dalam pembangunan dan pengawasan Kota Jakarta, dia menilai mereka merupakan kaum intelektual dan idealisme, sehingga lebih kritis dalam menanggapi satu permasalahan. "Mahasiswa intelektual, idealisme, kenapa tidak kita minta mereka ikut membangun dan melakukan pengawasn di DKI," tukasnya.
Dalam kesempatan itu, Ahok juga berpesan agar mahasiswa mau membantu dalam mensejahterakan rakyat, khususnya masyarakat DKI Jakarta. "Mereka harus disiplin, kerja keras, dia harus utamakan kesejateraan orang. Itu tujuan kami, kita sama-sama pikirkan kesejahteraan rakyat," tutupnya.
Menurutnya, forum diskusi yang dibentuk antara pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dengan mahasiswa adalah untuk membangun, dan melakukan pengawasan dalam rangka membangun Jakarta baru.
"Oh enggak, kita bukan anti kritis, justru kita ingin mereka kritis. Kalau demo orang enggak dengerin. Ini (diskusi) kan lebih seru, dan lebih keras, dan langsung ditemui kepala daerah, gubernur, dan wakil gubernur kan satu pket," ujar Ahok usai bertemu BEM di Kantor Balai Kota, Jakarta, Kamis (8/11/2012).
Ditambahkan dia, dengan menggandeng mahasiswa dalam pembangunan dan pengawasan Kota Jakarta, dia menilai mereka merupakan kaum intelektual dan idealisme, sehingga lebih kritis dalam menanggapi satu permasalahan. "Mahasiswa intelektual, idealisme, kenapa tidak kita minta mereka ikut membangun dan melakukan pengawasn di DKI," tukasnya.
Dalam kesempatan itu, Ahok juga berpesan agar mahasiswa mau membantu dalam mensejahterakan rakyat, khususnya masyarakat DKI Jakarta. "Mereka harus disiplin, kerja keras, dia harus utamakan kesejateraan orang. Itu tujuan kami, kita sama-sama pikirkan kesejahteraan rakyat," tutupnya.
(san)