Gaji sopir TransJakarta naik Rp7 juta
Kamis, 08 November 2012 - 14:18 WIB
Gaji sopir TransJakarta naik Rp7 juta
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berjanji, mulai tahun depan gaji sopir TransJakarta akan naik, sebesar 3,5 kali lipat dari Upah Minimum Provinsi (UMP). Hal ini dilakukan, mengingat resiko dan tanggung jawab seorang sopir yang terbilang besar.
"Ini harus kita bahas, karena untuk menjadi seorang sopir busway itu, sangat beresiko. Banyak bawa nyawa orang, lain dengan sopir pribadi, jadi tahun depan, akan kita naikkan," ujar Ahok di Kantor Balai Kota, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (8/11/2012).
Dia menambahkan, khususnya mereka yang bertugas di Koridor XI Pinang Ranti-Pluit. "Mereka sudah naik gajinya yang di Koridor XI, gaji mereka sudah 3,5 dari UMP, sudah naik mereka. Dan semua akan disamakan. Dulu itu UMP Rp1,5 juta, sekarang akan kita naikkan 3,5 dari UMP berarti bisa Rp5 juta," terangnya.
Lebih lanjut, dia mengatakan, alasan kenaikan gaji tersebut karena beban resiko pekerjaan yang harus ditangani oleh supir busway. "Tugas mereka berat lho, satu bus Trans Jakarta lebih dari boeing dan seorang pilot, dan yang terpenting yang mereka bawa banyak warga DKI," ungkapnya.
"Ini harus kita bahas, karena untuk menjadi seorang sopir busway itu, sangat beresiko. Banyak bawa nyawa orang, lain dengan sopir pribadi, jadi tahun depan, akan kita naikkan," ujar Ahok di Kantor Balai Kota, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (8/11/2012).
Dia menambahkan, khususnya mereka yang bertugas di Koridor XI Pinang Ranti-Pluit. "Mereka sudah naik gajinya yang di Koridor XI, gaji mereka sudah 3,5 dari UMP, sudah naik mereka. Dan semua akan disamakan. Dulu itu UMP Rp1,5 juta, sekarang akan kita naikkan 3,5 dari UMP berarti bisa Rp5 juta," terangnya.
Lebih lanjut, dia mengatakan, alasan kenaikan gaji tersebut karena beban resiko pekerjaan yang harus ditangani oleh supir busway. "Tugas mereka berat lho, satu bus Trans Jakarta lebih dari boeing dan seorang pilot, dan yang terpenting yang mereka bawa banyak warga DKI," ungkapnya.
(san)