Jokowi ingatkan pentingnya pendidikan politik
Kamis, 08 November 2012 - 13:28 WIB
Jokowi ingatkan pentingnya pendidikan politik
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) meminta agar sistem rekrutmen politik di tanah air dibenahi. Menurutnya, setiap orang yang akan masuk ke ranah politik, dan berencana menjadi pemimpin daerah, harus menjalani pendidikan terlebih dahulu.
"Perlu (pendidikan politik), tadi saya memberikan sedikit mengenai yang saya alami, rekrutmen politik harus dibenahi, di daerah, provinsi dan nasional," ujar Jokowi di Jakarta, Kamis (8/11/2012).
Ditambahkan dia, sistem perekrutan kader partai harus dibenahi. Sebagai contoh, untuk menjadi seorang kepala daerah harus masuk pelatihan dulu di Lemhanas (Lembaga Ketahanan Nasional).
"Misalnya saya, dulu pertama jadi wali kota, pertama jadi inspektur upacara keliru semua. Artinya sebuah pendidikan diperlukan," kenang Jokowi menceritakan pengalamannya.
Menurutnya, dengan pendidikan, maka akan memperbaiki sistem manajemen, dan tata negara, hingga akhirnya menghasilkan pemimpin yang berkualitas.
"Bagi siapapun dalam rangka manajemen, sistem, dan tata negara, dibangun dari bawah rekrutmen politik di parpol, Lemhanas harus ikut mengawasi. Karena dengan pendidikan, akan bertambah wawasan nasional, manajemen anggaran, organisasi, bagaimana manajemen kota, dan provinsi itu tidak mudah," tukasnya.
Sementara itu, Gubernur Lemhanas Budi Soesilo Supandji mengucapkan rasa terima kasihnya atas masukan Jokowi, mengenai peran serta Lemhanas.
"Lemhanas merasa berterima kasih atas kehadiran Jokowi. Ada hal yang sangat bagus mengenai saran, agar peran Lemhanas bahwa calon bupati atau pemimpin, harus mengenal pendidikan di Lemhanas akan dikaji lebih dalam, ketatanegaraan bisa dicermati," tukasnya.
"Perlu (pendidikan politik), tadi saya memberikan sedikit mengenai yang saya alami, rekrutmen politik harus dibenahi, di daerah, provinsi dan nasional," ujar Jokowi di Jakarta, Kamis (8/11/2012).
Ditambahkan dia, sistem perekrutan kader partai harus dibenahi. Sebagai contoh, untuk menjadi seorang kepala daerah harus masuk pelatihan dulu di Lemhanas (Lembaga Ketahanan Nasional).
"Misalnya saya, dulu pertama jadi wali kota, pertama jadi inspektur upacara keliru semua. Artinya sebuah pendidikan diperlukan," kenang Jokowi menceritakan pengalamannya.
Menurutnya, dengan pendidikan, maka akan memperbaiki sistem manajemen, dan tata negara, hingga akhirnya menghasilkan pemimpin yang berkualitas.
"Bagi siapapun dalam rangka manajemen, sistem, dan tata negara, dibangun dari bawah rekrutmen politik di parpol, Lemhanas harus ikut mengawasi. Karena dengan pendidikan, akan bertambah wawasan nasional, manajemen anggaran, organisasi, bagaimana manajemen kota, dan provinsi itu tidak mudah," tukasnya.
Sementara itu, Gubernur Lemhanas Budi Soesilo Supandji mengucapkan rasa terima kasihnya atas masukan Jokowi, mengenai peran serta Lemhanas.
"Lemhanas merasa berterima kasih atas kehadiran Jokowi. Ada hal yang sangat bagus mengenai saran, agar peran Lemhanas bahwa calon bupati atau pemimpin, harus mengenal pendidikan di Lemhanas akan dikaji lebih dalam, ketatanegaraan bisa dicermati," tukasnya.
(san)