Rawan tumbang, puluhan pohon di Depok dipangkas
Kamis, 08 November 2012 - 13:03 WIB
Rawan tumbang, puluhan pohon di Depok dipangkas
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Kota Depok perlu mewaspadai banyaknya pohon rawan tumbang, yang membahayakan para pengguna jalan, menyusul datangnya musim penghujan.
Kepala Bidang Pertamanan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Depok Mulyo Handono mengatakan, terdapat 23 pohon rawan tumbang yang patut diwaspadai. Ke-23 pohon rawan tumbang tersebut, tersebar di tiga kecamatan, yakni 18 pohon rawan tumbang di Sukmajaya, dua di Sawangan, dan tiga di Cinere.
"Untuk kecamatan yang lain, sedang diidentifikasi," ujar Mulyo di Depok, Kamis (8/11/2012).
Dia menambahkan, untuk mengantisipasi banyaknya pohon yang tumbang, pihaknya melakukan pemangkasan dan perapian pohon rawan tumbang. Setiap bulannya, dia mengaku telah merapikan sekitar 30 pohon.
"Kita pangkas yang rawan tumbang, dan kita rapikan. Sehingga ranting-ranting dan cabang-cabang yang membahayakan dipotong. Memang saat ini, banyak sekali permintaan dari warga Depok untuk melakukan pemangkasan pohon," terangnya.
Pihaknya juga mengaku, menerima laporan dari warga untuk memangkas sekitar sepuluh pohon. Sebelumnya, sebanyak 93 pohon telah tumbang, karena cuaca ekstrim dan angin puting beliung.
"Sebanyak 91 pohon tumbang karena angin puting beliung dan 2 pohon tumbang karena hujan deras di kawasan Kelapa Dua beberapa hari yang lalu," ungkapnya.
Menurutnya, mayoritas pohon yang tumbang adalah jenis angsana dengan diameter yang bervariasi. "Kebanyakan jenis angsana, karena cabang dan rantingnya mudah patah," tambah Mulyo.
Dia melanjutkan, kriteria pohon yang rawan tumbang antara lain, batang pohon besar dan keropos, diameter pohon sekitar satu meter, dan usia pohon rata-rata di atas sepuluh tahun. Sehingga warga dapat berhati-hati, apabila berteduh di bawah pohon yang besar, ketika cuaca ekstrim.
Di Depok, menurutnya banyak pohon yang rawan tumbang. Dalam waktu dekat, pihaknya akan memangkas agar tidak menyebabkan korban jiwa. Meskipun saat ini sudah memasuki musim penghujan, dia berharap warga tidak menebang pohon sembarangan. Warga dapat melaporkan ke dinas terkait, untuk merapikan pohon yang rawan tumbang.
"Pohon jangan ditebang, tapi dirapikan sebagai wujud kepedulian. Warga boleh membantu merapikan pohon, tapi bukan menebang," ungkap Mulyo.
Sebelumnya, pohon tumbang juga terjadi di kampus Universitas Indonesia (UI) Depok, Jawa Barat. Pohon tumbang menghancurkan halte sepeda mahasiswa.
Kepala Bidang Pertamanan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Depok Mulyo Handono mengatakan, terdapat 23 pohon rawan tumbang yang patut diwaspadai. Ke-23 pohon rawan tumbang tersebut, tersebar di tiga kecamatan, yakni 18 pohon rawan tumbang di Sukmajaya, dua di Sawangan, dan tiga di Cinere.
"Untuk kecamatan yang lain, sedang diidentifikasi," ujar Mulyo di Depok, Kamis (8/11/2012).
Dia menambahkan, untuk mengantisipasi banyaknya pohon yang tumbang, pihaknya melakukan pemangkasan dan perapian pohon rawan tumbang. Setiap bulannya, dia mengaku telah merapikan sekitar 30 pohon.
"Kita pangkas yang rawan tumbang, dan kita rapikan. Sehingga ranting-ranting dan cabang-cabang yang membahayakan dipotong. Memang saat ini, banyak sekali permintaan dari warga Depok untuk melakukan pemangkasan pohon," terangnya.
Pihaknya juga mengaku, menerima laporan dari warga untuk memangkas sekitar sepuluh pohon. Sebelumnya, sebanyak 93 pohon telah tumbang, karena cuaca ekstrim dan angin puting beliung.
"Sebanyak 91 pohon tumbang karena angin puting beliung dan 2 pohon tumbang karena hujan deras di kawasan Kelapa Dua beberapa hari yang lalu," ungkapnya.
Menurutnya, mayoritas pohon yang tumbang adalah jenis angsana dengan diameter yang bervariasi. "Kebanyakan jenis angsana, karena cabang dan rantingnya mudah patah," tambah Mulyo.
Dia melanjutkan, kriteria pohon yang rawan tumbang antara lain, batang pohon besar dan keropos, diameter pohon sekitar satu meter, dan usia pohon rata-rata di atas sepuluh tahun. Sehingga warga dapat berhati-hati, apabila berteduh di bawah pohon yang besar, ketika cuaca ekstrim.
Di Depok, menurutnya banyak pohon yang rawan tumbang. Dalam waktu dekat, pihaknya akan memangkas agar tidak menyebabkan korban jiwa. Meskipun saat ini sudah memasuki musim penghujan, dia berharap warga tidak menebang pohon sembarangan. Warga dapat melaporkan ke dinas terkait, untuk merapikan pohon yang rawan tumbang.
"Pohon jangan ditebang, tapi dirapikan sebagai wujud kepedulian. Warga boleh membantu merapikan pohon, tapi bukan menebang," ungkap Mulyo.
Sebelumnya, pohon tumbang juga terjadi di kampus Universitas Indonesia (UI) Depok, Jawa Barat. Pohon tumbang menghancurkan halte sepeda mahasiswa.
(san)