Pemkab Kulonprogo manjakan BUMD 'sakit'
Kamis, 08 November 2012 - 09:55 WIB
Pemkab Kulonprogo manjakan BUMD 'sakit'
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Kabupaten Kulonprogo melakukan upaya perbantuan ke Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) 'sakit' di bidang pengaspalan, yaitu PT Selo Adikarto (SAK). Caranya dengan memberikan order yang sangat besar. Teknisnya mewajibkan semua proyek jalan di daerah itu melibatkan PT SAK.
Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo beralasan, langkah itu dilakukan untuk membangkitkan BUMD dari keterpurukan.
"Karena semua order aspal sudah dilimpahkan pada PT SAK, maka tidak akan ada lagi penyertaan modal," kata Hasto, di ruang kerjanya, Kamis(8/11/2012).
Dia mengatakan, dengan melakukan pengerjaan semua proyek yang ada di Kulonprogo, dinilai sudah cukup membantu SAK. Apalagi, Kulonprogo tengah fokus membenahi infrastruktur terutama jalan hingga 2016 mendatang.
Dia mengakui, PT SAK memang tengah 'sakit' Beban hutang dan pajak perusahaan ini cukup besar. Sehingga, pelimpahan order dinilai sebagai upaya tepat menyehatkan perusahaan.
"Solusinya dengan memberikan banyak order pekerjaan, sehingga membantu pemulihan," jelasnya.
Direktur PT SAK Made Hendra Putra mengatakan, kontribusi PT SAK terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) belum optimal. Kondisi ini terjadi karena manajemen yang tidak sehat. Dia berharap ke depan dapat lebih baik.
"Kontribusi baru mencapai sekitar Rp876 juta. Ini sudah menunjukkan adanya kemajuan. Saat masuk tahun 2010 kondisi manajemen perusahaan semrawut, ditambah lagi kondisi peralatan juga tidak memadai. Kami optimis ke depan akan lebih baik lagi," kata dia.
Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo beralasan, langkah itu dilakukan untuk membangkitkan BUMD dari keterpurukan.
"Karena semua order aspal sudah dilimpahkan pada PT SAK, maka tidak akan ada lagi penyertaan modal," kata Hasto, di ruang kerjanya, Kamis(8/11/2012).
Dia mengatakan, dengan melakukan pengerjaan semua proyek yang ada di Kulonprogo, dinilai sudah cukup membantu SAK. Apalagi, Kulonprogo tengah fokus membenahi infrastruktur terutama jalan hingga 2016 mendatang.
Dia mengakui, PT SAK memang tengah 'sakit' Beban hutang dan pajak perusahaan ini cukup besar. Sehingga, pelimpahan order dinilai sebagai upaya tepat menyehatkan perusahaan.
"Solusinya dengan memberikan banyak order pekerjaan, sehingga membantu pemulihan," jelasnya.
Direktur PT SAK Made Hendra Putra mengatakan, kontribusi PT SAK terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) belum optimal. Kondisi ini terjadi karena manajemen yang tidak sehat. Dia berharap ke depan dapat lebih baik.
"Kontribusi baru mencapai sekitar Rp876 juta. Ini sudah menunjukkan adanya kemajuan. Saat masuk tahun 2010 kondisi manajemen perusahaan semrawut, ditambah lagi kondisi peralatan juga tidak memadai. Kami optimis ke depan akan lebih baik lagi," kata dia.
(rsa)