TPA Cipayung mulai keteteran
Senin, 05 November 2012 - 16:45 WIB
TPA Cipayung mulai keteteran
A
A
A
Sindonews.com - Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Cipayung tidak mampu lagi menampung sampah warga Depok. Diprediksi TPA Cipayung hanya mampu menampung hingga tahun 2013.
Saat ini, hanya satu kolam penampungan yang berfungsi dari tiga kolam yang ada. Satu kolam sudah ditutup dan satunya lagi dalam proses cover soil (penutupan tanah).
Pantauan lapangan, di kolam B terlihat tumpukan sampah menggunung. "Dari 4.500 meter kubik produksi sampah yang ada, kami hanya bisa mengangkut 1.200 meter kubik saja," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) TPA Cipayung, Dheny Wahyu di kantornya, Depok, Senin (5/11/2012).
Tumpukan sampah mencapai 28 meter dari dasar kolam hingga atas. Kedalaman kolam mencapai 15 meter, sedangkan tumpukan sampah dihitung dari rata-rata tanah mencapai 13 meter. Satu kolam penampungan memiliki luas 2,4 hektare.
"Kami saat ini juga sedang kerepotan mengatasi kondisi tahun 2013 nanti. Pertengahan tahun depan adalah ambang batas dan harus segera diantisipasi," tukasnya.
Pemulung yang ada pun, tidak signifikan mengurangi kuota sampah. Jumlah pemulung yang warga sekitar berjumlah sekira 200 orang Namun, efektif hanya 70 orang setiap hari.
Saat ini, hanya satu kolam penampungan yang berfungsi dari tiga kolam yang ada. Satu kolam sudah ditutup dan satunya lagi dalam proses cover soil (penutupan tanah).
Pantauan lapangan, di kolam B terlihat tumpukan sampah menggunung. "Dari 4.500 meter kubik produksi sampah yang ada, kami hanya bisa mengangkut 1.200 meter kubik saja," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) TPA Cipayung, Dheny Wahyu di kantornya, Depok, Senin (5/11/2012).
Tumpukan sampah mencapai 28 meter dari dasar kolam hingga atas. Kedalaman kolam mencapai 15 meter, sedangkan tumpukan sampah dihitung dari rata-rata tanah mencapai 13 meter. Satu kolam penampungan memiliki luas 2,4 hektare.
"Kami saat ini juga sedang kerepotan mengatasi kondisi tahun 2013 nanti. Pertengahan tahun depan adalah ambang batas dan harus segera diantisipasi," tukasnya.
Pemulung yang ada pun, tidak signifikan mengurangi kuota sampah. Jumlah pemulung yang warga sekitar berjumlah sekira 200 orang Namun, efektif hanya 70 orang setiap hari.
(ysw)