PDIP masih buka pintu koalisi di Pilgub Jabar
Senin, 05 November 2012 - 16:14 WIB
PDIP masih buka pintu koalisi di Pilgub Jabar
A
A
A
Sindonews.com - Partai Persatuan Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) rupanya masih membuka peluang bagi partai politik (parpol) lain untuk berkoalisi di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat (Jabar) 2013 mendatang.
"Ya terbuka. Sampai lima menit terakhir pun masih terbuka semuanya," kata Pelaksana Harian (Plh) Ketua DPD PDIP Jabar TB Hasanudin, kepada wartawan di Kantor DPD PDIP Jabar, Jalan Pelajarpejuang, Bandung, Senin (5/11/2012).
Sebelumnya diberitakan, peluang parpol yang ingin berkoalisi dengan PDI di Pilgub Jabar 2013 sudah tertutup.
Wakil Sekertaris PDIP Jabar Abdi Yuhana mengatakan, awalnya PDIP memiliki tiga opsi dalam Pilgub Jabar, yakni maju tanpa koalisi, kedua mengusung kadernya berpasangan dengan tokoh independen, dan ketiga koalisi dengan parpol lain. Namun, hal itu kini sudah ditiadakan.
Saat dikonfirmasi mengenai ditiadakannya opsi koalisi, TB Hasanuddin menegaskan, pihaknya akan melihat dulu perkembangan politik di Jabar. "Ya nanti kita tunggu arus saja," katanya.
Tambahnya, tidak menutup kemungkinan juga, kalau kedepan kita masih mengedepankan tiga opsi tersebut. Pasalnya, DPP belum memutuskan hal itu.
"Tidak menutup kemungkinan mengenai tiga opsi, pertama kita akan usung gubernur dan wakil gubernur dari kita semua. Kedua, gubernurnya dari kami dan wakilnya dari partai lain, dan ketiga gubernurnya dari partai lain sedangkan wakil gubernurnya dari kami. Tiga kemungkinan ini masih digodog DPP (pusat)," katanya.
Selain itu, hingga kini DPP PDIP masih menggodok nama-nama cagub/cawagub yang masuk ke dalam penjaringan PDIP untuk Plgub Jabar.
Saat ini, ada lima kader PDIP yang masuk dalam proses penggodokan di DPP, yakni Rieke Dyah Pitaloka (anggota DPR Fraksi PDIP), Bupati Kuningan Aang Hamid Suganda, Wakil Ketua PDIP Jabar Gatot Cahyono, Deddy Sutardi (Bupati Cirebon), dan satu lagi dari eksternal PDIP yakni aktivis antikorupsi Teten Masduki.
"Ya terbuka. Sampai lima menit terakhir pun masih terbuka semuanya," kata Pelaksana Harian (Plh) Ketua DPD PDIP Jabar TB Hasanudin, kepada wartawan di Kantor DPD PDIP Jabar, Jalan Pelajarpejuang, Bandung, Senin (5/11/2012).
Sebelumnya diberitakan, peluang parpol yang ingin berkoalisi dengan PDI di Pilgub Jabar 2013 sudah tertutup.
Wakil Sekertaris PDIP Jabar Abdi Yuhana mengatakan, awalnya PDIP memiliki tiga opsi dalam Pilgub Jabar, yakni maju tanpa koalisi, kedua mengusung kadernya berpasangan dengan tokoh independen, dan ketiga koalisi dengan parpol lain. Namun, hal itu kini sudah ditiadakan.
Saat dikonfirmasi mengenai ditiadakannya opsi koalisi, TB Hasanuddin menegaskan, pihaknya akan melihat dulu perkembangan politik di Jabar. "Ya nanti kita tunggu arus saja," katanya.
Tambahnya, tidak menutup kemungkinan juga, kalau kedepan kita masih mengedepankan tiga opsi tersebut. Pasalnya, DPP belum memutuskan hal itu.
"Tidak menutup kemungkinan mengenai tiga opsi, pertama kita akan usung gubernur dan wakil gubernur dari kita semua. Kedua, gubernurnya dari kami dan wakilnya dari partai lain, dan ketiga gubernurnya dari partai lain sedangkan wakil gubernurnya dari kami. Tiga kemungkinan ini masih digodog DPP (pusat)," katanya.
Selain itu, hingga kini DPP PDIP masih menggodok nama-nama cagub/cawagub yang masuk ke dalam penjaringan PDIP untuk Plgub Jabar.
Saat ini, ada lima kader PDIP yang masuk dalam proses penggodokan di DPP, yakni Rieke Dyah Pitaloka (anggota DPR Fraksi PDIP), Bupati Kuningan Aang Hamid Suganda, Wakil Ketua PDIP Jabar Gatot Cahyono, Deddy Sutardi (Bupati Cirebon), dan satu lagi dari eksternal PDIP yakni aktivis antikorupsi Teten Masduki.
(mhd)