24.147 siswa SD Kulonprogo akan divaksin
Senin, 05 November 2012 - 08:34 WIB
24.147 siswa SD Kulonprogo akan divaksin
A
A
A
Sindonews.com - 24.147 pelajar Sekolah dasar (SD) di Kulonprogo akan menjadi sasaran program Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Anak kelas satu hingga kelas empat ini akan diberikan imunisasi Campak, Dipteria dan Tetanus.
"Mereka berasal dari 278 SD dan MI di seluruh Kulonprogo," ujar Kasi Pengamatan Penyakit Dinas Kesehatan Kulonprogo, Baning Rahayujati, di Yogyakarta, Senin (5/11/2012).
Untuk siswa kelas satu, imunisasinya untuk tiga jenis penyakit yakni dipteria, tetanus serta campak. Sedangkan untuk siswa kelas dua, tiga, dan empat imunisasi dipteria.
Imunisasi ini merupakan lanjutan dari imunisasi dasar yang sudah dilaksanakan pada saat masih bayi. Petugas akan mendatangi sekolah bersama dengan petugas di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskemas).
Sekolah yang akan dikunjungi akan disesuaikan dengan jadwal yang ada. Diharapkan sebelum akhir bulan program ini sudah kelar, dan anak-anak bebas dari ancaman penyakit tersebut.
"Vaksin ini akan mampu bertahan hingga 25 tahun, sehingga anak-anak ini nantinya akan kebal dan terhindari dari penyakit tersebut," katanya.
Pemberian vaksin ini rutin dilakukan setiap satu tahun sekali. Pelaksanaannya dilakukan pada bulan November. Di Indonesia, pemberian vaksin campak, dipteria dan tetanus ini sudah rutin dilaksanakan
sejak 1998 silam.
"Mereka berasal dari 278 SD dan MI di seluruh Kulonprogo," ujar Kasi Pengamatan Penyakit Dinas Kesehatan Kulonprogo, Baning Rahayujati, di Yogyakarta, Senin (5/11/2012).
Untuk siswa kelas satu, imunisasinya untuk tiga jenis penyakit yakni dipteria, tetanus serta campak. Sedangkan untuk siswa kelas dua, tiga, dan empat imunisasi dipteria.
Imunisasi ini merupakan lanjutan dari imunisasi dasar yang sudah dilaksanakan pada saat masih bayi. Petugas akan mendatangi sekolah bersama dengan petugas di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskemas).
Sekolah yang akan dikunjungi akan disesuaikan dengan jadwal yang ada. Diharapkan sebelum akhir bulan program ini sudah kelar, dan anak-anak bebas dari ancaman penyakit tersebut.
"Vaksin ini akan mampu bertahan hingga 25 tahun, sehingga anak-anak ini nantinya akan kebal dan terhindari dari penyakit tersebut," katanya.
Pemberian vaksin ini rutin dilakukan setiap satu tahun sekali. Pelaksanaannya dilakukan pada bulan November. Di Indonesia, pemberian vaksin campak, dipteria dan tetanus ini sudah rutin dilaksanakan
sejak 1998 silam.
(mhd)