Luas kebakaran Hutan Ciremai capai 1.007 hektare
Sabtu, 03 November 2012 - 16:16 WIB
Luas kebakaran Hutan Ciremai capai 1.007 hektare
A
A
A
Sindonews.com - Luas kerusakan hutan kawasan Gunung Ciremai yang terbakar pada musim kemarau tahun ini mencapai 1.007 hektare, mencakup kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai dan Kebun Raya Kuningan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan Hidayat menyebutkan, lokasi kebakaran berada di enam desa yaitu Desa Padabeunghar, Cibuntu, Seda, Setianegara, Palutungan dan Desa Sayana. Akibat kebakaran tersebut menyebabkan kerugian hingga miliaran rupiah.
"Kerugian materil yang diderita oleh Kebun Raya Kuningan mencapai Rp1,5 miliar. Sedangkan kerugian TNGC hingga kini masih dalam penghitungan karena areal kerusakan lebih luas," kata Hidayat, di Kuningan, Sabtu (3/11/2012).
Dikatakannya, atas kejadian musibah kebakaran hutan Ciremai tersebut telah dilakukan upaya evaluasi dengan melibatkan instansi terkait seperti Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC), kepolisian dan TNI serta para relawan dan BPBD beberapa waktu lalu. Hasilnya, disepakati sejumlah upaya pencegahan agar kebakaran serupa tidak terjadi pada tahun mendatang.
"Yang terpenting adalah upaya kerja sama melibatkan masyarakat sekitar Gunung Ciremai sebagai pihak yang bersentuhan langsung dengan kawasan hutan Ciremai agar mau turut serta menjaga kejadian serupa tidak terjadi lagi di masa mendatang," ungkapnya.
Sementara itu Komandan Penanggulangan Kebakaran Gunung Ciremai, Letkol Kav Sugeng Waskito Aji menekankan pentingnya pembenahan masyarakat peduli api (MPA) untuk mencegah kebakaran Ciremai terulang.
Menurutnya, MPA harus direkrut dari masing-masing desa agar memudahkan dalam operasionalnya. “Kami telah merencanakan untuk antisipasi kebakaran hutan Ciremai tahun depan akan dibentuk 18 kelompok MPA dari 18 desa rawan kebakaran sekitar Gunung Ciremai. Masing-masing kelompok berjumlah 30 orang,” ungkap Dandim 0615 Kuningan ini.
Bahkan Sugeng menduga, penyebab kebakaran Hutan Ciremai disebabkan karena faktor kesengajaan oleh pihak yang kecewa dengan adanya larangan pemanfaatan lahan oleh masyarakat. Oleh karena itu, Sugeng mengusulkan agar ada kebijakan bagi masyarakat untuk mengelola pepohonan produktif seperti kopi, buah-buahan hingga padi di lahan kaki Gunung Ciremai.
"Ketika masyarakat merasa diuntungkan, saya yakin mereka akan dengan suka rela menjaga kondisi Hutan Ciremai dari kebakaran seperti kemarin. Saya yakin langkah ini lebih efektif untuk pencegahan kebakaran kembali terjadi," ujar Sugeng.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan Hidayat menyebutkan, lokasi kebakaran berada di enam desa yaitu Desa Padabeunghar, Cibuntu, Seda, Setianegara, Palutungan dan Desa Sayana. Akibat kebakaran tersebut menyebabkan kerugian hingga miliaran rupiah.
"Kerugian materil yang diderita oleh Kebun Raya Kuningan mencapai Rp1,5 miliar. Sedangkan kerugian TNGC hingga kini masih dalam penghitungan karena areal kerusakan lebih luas," kata Hidayat, di Kuningan, Sabtu (3/11/2012).
Dikatakannya, atas kejadian musibah kebakaran hutan Ciremai tersebut telah dilakukan upaya evaluasi dengan melibatkan instansi terkait seperti Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC), kepolisian dan TNI serta para relawan dan BPBD beberapa waktu lalu. Hasilnya, disepakati sejumlah upaya pencegahan agar kebakaran serupa tidak terjadi pada tahun mendatang.
"Yang terpenting adalah upaya kerja sama melibatkan masyarakat sekitar Gunung Ciremai sebagai pihak yang bersentuhan langsung dengan kawasan hutan Ciremai agar mau turut serta menjaga kejadian serupa tidak terjadi lagi di masa mendatang," ungkapnya.
Sementara itu Komandan Penanggulangan Kebakaran Gunung Ciremai, Letkol Kav Sugeng Waskito Aji menekankan pentingnya pembenahan masyarakat peduli api (MPA) untuk mencegah kebakaran Ciremai terulang.
Menurutnya, MPA harus direkrut dari masing-masing desa agar memudahkan dalam operasionalnya. “Kami telah merencanakan untuk antisipasi kebakaran hutan Ciremai tahun depan akan dibentuk 18 kelompok MPA dari 18 desa rawan kebakaran sekitar Gunung Ciremai. Masing-masing kelompok berjumlah 30 orang,” ungkap Dandim 0615 Kuningan ini.
Bahkan Sugeng menduga, penyebab kebakaran Hutan Ciremai disebabkan karena faktor kesengajaan oleh pihak yang kecewa dengan adanya larangan pemanfaatan lahan oleh masyarakat. Oleh karena itu, Sugeng mengusulkan agar ada kebijakan bagi masyarakat untuk mengelola pepohonan produktif seperti kopi, buah-buahan hingga padi di lahan kaki Gunung Ciremai.
"Ketika masyarakat merasa diuntungkan, saya yakin mereka akan dengan suka rela menjaga kondisi Hutan Ciremai dari kebakaran seperti kemarin. Saya yakin langkah ini lebih efektif untuk pencegahan kebakaran kembali terjadi," ujar Sugeng.
(mhd)