Teror di Poso ingin ciptakan konflik agama
Sabtu, 03 November 2012 - 12:17 WIB
Teror di Poso ingin ciptakan konflik agama
A
A
A
Sindonews.com - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, menyatakan serangkaian peristiwa teror dan kekerasan yang terjadi di Poso, bukan karena konflik antar umat beragama. Namun tindakan orang orang tidak bertanggung jawab yang menginginkan Poso kembali rusuh.
Tokoh-tokoh agama yang tergabung dalam FKUB Kabupaten Poso hari ini menyatakan, dukungan sepenuhnya kepada TNI Polri untuk penegakan hukum terhadap orang, maupun kelompok tertentu yang melakukan tindakan teror dan kekerasan di Poso.
Ustad Gani T Israil, seorang tokoh Muslim berpengaruh dan sekaligus Ketua FKUB Kabupaten Poso menyatakan, peristiwa teror dan kekerasan di Poso bukan disebabkan oleh SARA. Namun dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan ingin kembali merusak perdamaian di Poso.
Hal ini dibuktikan dengan telah tertangkapnya sejumlah pelaku, dan temuan barang bukti, baik berupa detonator bom rakitan aktif, senjata api, dan bahan pembuatan bom yang telah berhasil disita dari tangan para pelaku.
Pihak kepolisian diharapkan bertindak cepet melakukan penegakan hukum, untuk menangkap seluruh pelaku teror dan kekerasan yang melalui tindakannya, berupaya merusak dan menciptakan konflik di Poso.
Sementara itu, Kapolda Sulawesi Tengah Brigjend Dewa Parsana menegaskan, berdasarkan keterangan dari para pelaku yang telah ditangkap, terungkap motif tindakan teror dan kekerasan di Poso dilakukan untuk menciptakan konflik dengan membenturkan kedua komunitas di Poso.
Situasi konflik akan menguntungkan kelompok itu, yang mengagendakan poso sebagai daerah basis perjuangan mereka. Hingga saat ini, polisi telah menetapkan tujuh orang tersangka atas serangkaian aksi teror dan kekerasan di Poso.
Para tersangka itu, diketahui terlibat dalam peristiwa penembakan warga, peledakan bom, pelatihan paramiliter di Gunung Biru Tamanjeka, serta pembunuhan dua anggota polisi di Poso.
Tokoh-tokoh agama yang tergabung dalam FKUB Kabupaten Poso hari ini menyatakan, dukungan sepenuhnya kepada TNI Polri untuk penegakan hukum terhadap orang, maupun kelompok tertentu yang melakukan tindakan teror dan kekerasan di Poso.
Ustad Gani T Israil, seorang tokoh Muslim berpengaruh dan sekaligus Ketua FKUB Kabupaten Poso menyatakan, peristiwa teror dan kekerasan di Poso bukan disebabkan oleh SARA. Namun dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan ingin kembali merusak perdamaian di Poso.
Hal ini dibuktikan dengan telah tertangkapnya sejumlah pelaku, dan temuan barang bukti, baik berupa detonator bom rakitan aktif, senjata api, dan bahan pembuatan bom yang telah berhasil disita dari tangan para pelaku.
Pihak kepolisian diharapkan bertindak cepet melakukan penegakan hukum, untuk menangkap seluruh pelaku teror dan kekerasan yang melalui tindakannya, berupaya merusak dan menciptakan konflik di Poso.
Sementara itu, Kapolda Sulawesi Tengah Brigjend Dewa Parsana menegaskan, berdasarkan keterangan dari para pelaku yang telah ditangkap, terungkap motif tindakan teror dan kekerasan di Poso dilakukan untuk menciptakan konflik dengan membenturkan kedua komunitas di Poso.
Situasi konflik akan menguntungkan kelompok itu, yang mengagendakan poso sebagai daerah basis perjuangan mereka. Hingga saat ini, polisi telah menetapkan tujuh orang tersangka atas serangkaian aksi teror dan kekerasan di Poso.
Para tersangka itu, diketahui terlibat dalam peristiwa penembakan warga, peledakan bom, pelatihan paramiliter di Gunung Biru Tamanjeka, serta pembunuhan dua anggota polisi di Poso.
(san)