Dipicu raskin, aparat desa & warga nyaris bentrok
Jum'at, 02 November 2012 - 02:17 WIB
Dipicu raskin, aparat desa & warga nyaris bentrok
A
A
A
Sindonews.com – Dua kelompok dari masyarakat dan aparat desa Galeso, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), nyaris adu jotos di dalam areal gedung DPRD Polman. Beruntung, aksi perkelahian itu berhasil dicegah dengan cepat.
Peristiwa itu terjadi, sekira pukul 12.00 wita, Kamis 1 November 2012, setelah satu kelompok dari masyarakat usai menyampaikan aspirasinya dan keluar dari ruang Komisi I. Pada saat bersamaan, giliran aparat desa yang dipanggil ke dalam ruangan Komisi.
Saat keduanya berpapasan di depan ruang Komisi I, tiba-tiba salah satu dari dua kelompok saling menyerang. Untung saja, aksi perkelahian itu berhasil dicegah.
Pantauan SINDO di gedung DPRD Polman, keduanya kelompok tersebut datang ke kantor DPRD terkait permasalahan pembagian beras untuk keluarga miskin (raskin) diwilayah itu.
Dalam pertemuan pertama antara masyarakat dengan komisi I, mereka mengadukan dan memprotes aparat desa (kepala desa) karena dinilai tidak transparan dalam pembagian raskin.
Ilham, salah satu perwakilan masyarakat mengatakan, apa yang telah dilakukan oleh aparat desa dalam pembagian raskin sangat tidak adil. Bahkan, ada indikasi aparat desa telah melakukan manipulasi data.
Menanggapi hal itu, Kepala Desa Galeso, Hanafi mengaku apa yang telah dilakukannya sudah benar. Iapun mengaku bahwa dirinya tidak tau apa yang menjadi tuntutannya.
“Jadi, kebijakan ini letak kesalahannya dimana. Namanya beras miskin, ya kita berikan kepada mereka yang tidak mampu. Kan tidak mungkin warga punya mobil kita juga berika raskin,” jelasnya di gedung DPRD Polman.
Peristiwa itu terjadi, sekira pukul 12.00 wita, Kamis 1 November 2012, setelah satu kelompok dari masyarakat usai menyampaikan aspirasinya dan keluar dari ruang Komisi I. Pada saat bersamaan, giliran aparat desa yang dipanggil ke dalam ruangan Komisi.
Saat keduanya berpapasan di depan ruang Komisi I, tiba-tiba salah satu dari dua kelompok saling menyerang. Untung saja, aksi perkelahian itu berhasil dicegah.
Pantauan SINDO di gedung DPRD Polman, keduanya kelompok tersebut datang ke kantor DPRD terkait permasalahan pembagian beras untuk keluarga miskin (raskin) diwilayah itu.
Dalam pertemuan pertama antara masyarakat dengan komisi I, mereka mengadukan dan memprotes aparat desa (kepala desa) karena dinilai tidak transparan dalam pembagian raskin.
Ilham, salah satu perwakilan masyarakat mengatakan, apa yang telah dilakukan oleh aparat desa dalam pembagian raskin sangat tidak adil. Bahkan, ada indikasi aparat desa telah melakukan manipulasi data.
Menanggapi hal itu, Kepala Desa Galeso, Hanafi mengaku apa yang telah dilakukannya sudah benar. Iapun mengaku bahwa dirinya tidak tau apa yang menjadi tuntutannya.
“Jadi, kebijakan ini letak kesalahannya dimana. Namanya beras miskin, ya kita berikan kepada mereka yang tidak mampu. Kan tidak mungkin warga punya mobil kita juga berika raskin,” jelasnya di gedung DPRD Polman.
(ysw)