Ratusan unggas di Cibiuk diperiksa
Rabu, 31 Oktober 2012 - 18:07 WIB
Ratusan unggas di Cibiuk diperiksa
A
A
A
Sindonews.com - Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan (Disnakanla) Garut langsung melakukan pemriksaan terhadap ratusan unggas di Desa Cibiuk Kidul, Kecamatan Cibiuk, Garut. Hasil pemeriksaan sementara, kematian unggas bukan karena virus H5N1 penyebab flu burung.
Sebelumnya, Disnakanla Kabupaten Garut menerima laporan warga terkait matinya puluhan unggas di desa tersebut secara mendadak.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Disnakanla Kabupaten Garut Iman Budiman mengatakan, dari hasil pemeriksaan tersebut pihaknya tidak menemukan unggas yang terindikasi terkena virus flu burung.
Pemeriksaan sendiri, kata Iman, dilakukan di sejumlah kampung berbeda, yakni Kampung Peundeuy, Cikanyere, dan Pasirsereh.
“Kami belum bisa memastikan karena harus ada pengecekan di laboratorium. Namun, sementara ini penyakit yang menyerang unggas di sini disebabkan oleh perubahan cuaca,” kata Iman, di Garut, Rabu (31/10/2012).
Iman mengimbau warga agar secepatnya melakukan koordinasi bila menemukan kasus unggas mati mendadak. Menurut dia, upaya pencegahan secara dini dapat meminimalisir ancaman virus flu burung.
“Warga juga kami minta untuk selalu menjaga kebersihan,” tukasnya.
Sebelumnya, warga Kampung Peundeuy, Desa Cibiukkidul, Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut, khawatir jika puluhan unggas milik mereka yang mati mendadak dalam kurun dua minggu disebabkan virus flu burung.
Beberapa waktu lalu, Kecamatan Cibiuk merupakan kawasan endemis flu burung di Kabupaten Garut, selain Kecamatan Banyuresmi.
Sebelumnya, Disnakanla Kabupaten Garut menerima laporan warga terkait matinya puluhan unggas di desa tersebut secara mendadak.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Disnakanla Kabupaten Garut Iman Budiman mengatakan, dari hasil pemeriksaan tersebut pihaknya tidak menemukan unggas yang terindikasi terkena virus flu burung.
Pemeriksaan sendiri, kata Iman, dilakukan di sejumlah kampung berbeda, yakni Kampung Peundeuy, Cikanyere, dan Pasirsereh.
“Kami belum bisa memastikan karena harus ada pengecekan di laboratorium. Namun, sementara ini penyakit yang menyerang unggas di sini disebabkan oleh perubahan cuaca,” kata Iman, di Garut, Rabu (31/10/2012).
Iman mengimbau warga agar secepatnya melakukan koordinasi bila menemukan kasus unggas mati mendadak. Menurut dia, upaya pencegahan secara dini dapat meminimalisir ancaman virus flu burung.
“Warga juga kami minta untuk selalu menjaga kebersihan,” tukasnya.
Sebelumnya, warga Kampung Peundeuy, Desa Cibiukkidul, Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut, khawatir jika puluhan unggas milik mereka yang mati mendadak dalam kurun dua minggu disebabkan virus flu burung.
Beberapa waktu lalu, Kecamatan Cibiuk merupakan kawasan endemis flu burung di Kabupaten Garut, selain Kecamatan Banyuresmi.
(ysw)