Operasional KRL malam ke Serpong ditunda
Rabu, 31 Oktober 2012 - 14:50 WIB
Operasional KRL malam ke Serpong ditunda
A
A
A
Sindonews.com - Rencana PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk mengoperasikan Kereta Rel Listrik (KRL) hingga tengah malam tujuan Serpong ditunda.
Padahal, PT KAI sudah mengagendakan pengoperasian KRL malam yang berangkat dari Stasiun Duri, Tambora, Jakarta Barat ataupun sebaliknya, mulai beroperasi besok, 1 November 2012 mendatang.
Menenaggapai penundaan ini, Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany mengatakan, Pemkot Tangsel berharap KRL malam tersebut bisa secepatnya bisa beroperasi.
“Kami harap jangan lama-lama menundanya. Sebab, KRL merupakan salah satu moda transportasi massal murah dan sangat diinginkan serta diharapkan dalam rangka meningkatkan pelayanan terhadap publik,” ujar Airin di kantornya, Rabu (31/10/2012).
Airin mengaku Pemkot Tangsel mencoba menjadikan KRL semakin dekat dan mudah sehingga, dapat menjadi tulang punggung transportasi umum.
“Jika masyarakat memilih KRL untuk transportasi, jelas ini akan memecah kemacetan baik yang ada di Tangsel maupun di Jakarta,” terangnya.
Airin berharap, upayanya mengusulkan adanya KRL hingga tengah malam itu akan memberikan kemudahan kepada masyarakat Tangsel dalam melakukan aktivitasnya. Selain itu juga untuk pengembangan sektor perdagangan dan jasa di Kota Tangsel.
Padahal, PT KAI sudah mengagendakan pengoperasian KRL malam yang berangkat dari Stasiun Duri, Tambora, Jakarta Barat ataupun sebaliknya, mulai beroperasi besok, 1 November 2012 mendatang.
Menenaggapai penundaan ini, Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany mengatakan, Pemkot Tangsel berharap KRL malam tersebut bisa secepatnya bisa beroperasi.
“Kami harap jangan lama-lama menundanya. Sebab, KRL merupakan salah satu moda transportasi massal murah dan sangat diinginkan serta diharapkan dalam rangka meningkatkan pelayanan terhadap publik,” ujar Airin di kantornya, Rabu (31/10/2012).
Airin mengaku Pemkot Tangsel mencoba menjadikan KRL semakin dekat dan mudah sehingga, dapat menjadi tulang punggung transportasi umum.
“Jika masyarakat memilih KRL untuk transportasi, jelas ini akan memecah kemacetan baik yang ada di Tangsel maupun di Jakarta,” terangnya.
Airin berharap, upayanya mengusulkan adanya KRL hingga tengah malam itu akan memberikan kemudahan kepada masyarakat Tangsel dalam melakukan aktivitasnya. Selain itu juga untuk pengembangan sektor perdagangan dan jasa di Kota Tangsel.
(ysw)