Pemprov DKI siapkan lahan untuk transmigran
Rabu, 31 Oktober 2012 - 11:37 WIB
Pemprov DKI siapkan lahan untuk transmigran
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan lahan di Kabupaten Kapahiyang, dan Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, untuk diberikan kepada warga Jakarta yang ingin melakukan transmigrasi. Lahan itu nantinya akan diberikan sebagai modal usaha, sehingga tidak perlu menggarap lahan milik pihak lain.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) DKI Jakarta Deded Sukendar mengatakan, untuk 2013 mendatang pola transmigrasi di daerah garapan akan diubah. Jika biasanya transmigran menggarap lahan milik pemerintahan setempat, maka Pemprov DKI akan membebaskan lahan tersebut dan para transmigran bisa mengelola lahan milik DKI.
"Dengan anggaran yang cukup besar, Pemprov DKI dapat mengembangkan pola transmigrasi dengan cara membebaskan lahan di wilayah setempat," katanya saat dihubungi di Jakarta, Rabu (31/10/2012).
Dia mengungkapkan, pola seperti itu sebenarnya telah diterapkan oleh beberapa daerah, seperti Jawa Timur yang juga membebaskan lahan di daerah Kalimantan Selatan untuk dikelola oleh transmigran.
Lebih lanjut Deded menjelaskan, dari tahun ke tahun jumlah warga yang mengikuti program transmigrasi fluktuasi. Untuk itu, dia berharap transmigrasi di 2013 bisa mengalami peningkatan.
"Pada 2008 angka transmigran asal DKI sebanyak 75 orang, kemudian 2009 sebanyak 110 orang. Lalu 2010 sebanyak 150 orang, 2011 sebanyak 125 orang, dan 2012 sebanyak 107 orang," jelasnya.
Menurutnya, pihaknya juga akan memastikan jika SDM yang akan dikirim menjadi transmigran adalah orang-orang yang berkualitas, agar bisa memajukan wilayah tujuan transmigrasi. "Banyak transmigran asal DKI yang akhirnya berhasil membangun wilayahnya, dan mempunyai keturunan yang berhasil," tukasnya.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) DKI Jakarta Deded Sukendar mengatakan, untuk 2013 mendatang pola transmigrasi di daerah garapan akan diubah. Jika biasanya transmigran menggarap lahan milik pemerintahan setempat, maka Pemprov DKI akan membebaskan lahan tersebut dan para transmigran bisa mengelola lahan milik DKI.
"Dengan anggaran yang cukup besar, Pemprov DKI dapat mengembangkan pola transmigrasi dengan cara membebaskan lahan di wilayah setempat," katanya saat dihubungi di Jakarta, Rabu (31/10/2012).
Dia mengungkapkan, pola seperti itu sebenarnya telah diterapkan oleh beberapa daerah, seperti Jawa Timur yang juga membebaskan lahan di daerah Kalimantan Selatan untuk dikelola oleh transmigran.
Lebih lanjut Deded menjelaskan, dari tahun ke tahun jumlah warga yang mengikuti program transmigrasi fluktuasi. Untuk itu, dia berharap transmigrasi di 2013 bisa mengalami peningkatan.
"Pada 2008 angka transmigran asal DKI sebanyak 75 orang, kemudian 2009 sebanyak 110 orang. Lalu 2010 sebanyak 150 orang, 2011 sebanyak 125 orang, dan 2012 sebanyak 107 orang," jelasnya.
Menurutnya, pihaknya juga akan memastikan jika SDM yang akan dikirim menjadi transmigran adalah orang-orang yang berkualitas, agar bisa memajukan wilayah tujuan transmigrasi. "Banyak transmigran asal DKI yang akhirnya berhasil membangun wilayahnya, dan mempunyai keturunan yang berhasil," tukasnya.
(lil)