Sadis! Pedagang gorengan tewas setelah dirampok
Selasa, 30 Oktober 2012 - 16:50 WIB
Sadis! Pedagang gorengan tewas setelah dirampok
A
A
A
Sindonews.com - Malang nian nasib yang dialami Suhadi (60), seorang pedagang gorengan. Warga Dusun I RT 01/01 Desa Timbang, Kabupaten Kuningan itu, tewas di tangan perampok.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa perampokan terjadi sekira pukul 15.00 WIB di ruas jalan Desa Indapatra yang sepi.
Saat itu, Suhadi mengendarai motor Yamaha Mio sembari memboncengi istrinya, Jumina (48) menuju pasar. Tiba-tiba, dia diserang dua orang tak dikenal hingga terjatuh dan dianiaya.
"Dari jauh saya sudah melihat dua orang tak dikenal sedang berjalan, yang satu sambil mendorong motor yang kami kira mogok. Saya kaget saat sudah dekat, tiba-tiba seseorang yang berjalan di belakang, menghajar suami saya hingga kami terjatuh," kata Jumina saat ditemui di rumahnya, di Dusun I RT 01/01 Desa Timbang, Kuningan, Jawa Barat, Selasa (30/10/2012).
Dua penjahat itu kemudian menyerang Suhadi dan Jumina yang sudah tak berdaya. Dalam keadaan bingung, Suhadi diseret oleh salah satu pelaku ke parit yang ada di pinggir jalan.
Kemudian pelaku mencekik dan membenamkan kepala korban ke dalam lumpur hingga tewas. Sedangkan Jumina dipukul dan dicekik hingga tak sadarkan diri.
Setelah berhasil melumpuhkan korban, para pelaku kabur sambil membawa motor korban berikut tas berisi uang Rp 1 juta yang terjepit di bagasi. Sementara, satu pelaku lainnya, mengendarai motor yang sebelumnya diduga mogok tersebut.
Jumina yang terkulai lemas, akhirnya ditolong oleh seorang tukang ojek yang melintas beberapa menit kemudian.
Bersama beberapa warga terdekat lokasi kejadian, Jumina dan Suhadi kemudian langsung dibawa ke Puskesmas Cilimus untuk mendapat tindakan medis.
Namun sayang, akibat penganiayaan berat, menyebabkan nyawa Suhadi tak bisa terselamatkan. Sedangkan Jumina mengalami luka cukup serius pada pelipis dan lehernya.
Sementara itu Kasat Reskrim Polres Kuningan Iptu Real Mahendra mengatakan, dari hasil pemeriksaan tim medis Polres Kuningan, ditemukan luka memar di dada Suhadi.
"Diperkirakan korban Suhadi sudah tewas sejak di tempat kejadian perkara (TKP). Apalagi diketahui setelah dipukul, Suhadi kemudian dibenamkan ke parit sehingga dia tidak bisa bernafas dan akhirnya meninggal dunia," kata Mahendra.
Mahendra berjanji pihaknya akan melakukan pendalaman dan menyelidiki kasus yang tergolong sadis tersebut. Untuk sementara, pihaknya belum bisa menyimpulkan siapa pelaku perampokan tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa perampokan terjadi sekira pukul 15.00 WIB di ruas jalan Desa Indapatra yang sepi.
Saat itu, Suhadi mengendarai motor Yamaha Mio sembari memboncengi istrinya, Jumina (48) menuju pasar. Tiba-tiba, dia diserang dua orang tak dikenal hingga terjatuh dan dianiaya.
"Dari jauh saya sudah melihat dua orang tak dikenal sedang berjalan, yang satu sambil mendorong motor yang kami kira mogok. Saya kaget saat sudah dekat, tiba-tiba seseorang yang berjalan di belakang, menghajar suami saya hingga kami terjatuh," kata Jumina saat ditemui di rumahnya, di Dusun I RT 01/01 Desa Timbang, Kuningan, Jawa Barat, Selasa (30/10/2012).
Dua penjahat itu kemudian menyerang Suhadi dan Jumina yang sudah tak berdaya. Dalam keadaan bingung, Suhadi diseret oleh salah satu pelaku ke parit yang ada di pinggir jalan.
Kemudian pelaku mencekik dan membenamkan kepala korban ke dalam lumpur hingga tewas. Sedangkan Jumina dipukul dan dicekik hingga tak sadarkan diri.
Setelah berhasil melumpuhkan korban, para pelaku kabur sambil membawa motor korban berikut tas berisi uang Rp 1 juta yang terjepit di bagasi. Sementara, satu pelaku lainnya, mengendarai motor yang sebelumnya diduga mogok tersebut.
Jumina yang terkulai lemas, akhirnya ditolong oleh seorang tukang ojek yang melintas beberapa menit kemudian.
Bersama beberapa warga terdekat lokasi kejadian, Jumina dan Suhadi kemudian langsung dibawa ke Puskesmas Cilimus untuk mendapat tindakan medis.
Namun sayang, akibat penganiayaan berat, menyebabkan nyawa Suhadi tak bisa terselamatkan. Sedangkan Jumina mengalami luka cukup serius pada pelipis dan lehernya.
Sementara itu Kasat Reskrim Polres Kuningan Iptu Real Mahendra mengatakan, dari hasil pemeriksaan tim medis Polres Kuningan, ditemukan luka memar di dada Suhadi.
"Diperkirakan korban Suhadi sudah tewas sejak di tempat kejadian perkara (TKP). Apalagi diketahui setelah dipukul, Suhadi kemudian dibenamkan ke parit sehingga dia tidak bisa bernafas dan akhirnya meninggal dunia," kata Mahendra.
Mahendra berjanji pihaknya akan melakukan pendalaman dan menyelidiki kasus yang tergolong sadis tersebut. Untuk sementara, pihaknya belum bisa menyimpulkan siapa pelaku perampokan tersebut.
(maf)