Tak dijaga polisi, warga di Palu bentrok lagi
Selasa, 30 Oktober 2012 - 15:30 WIB
Tak dijaga polisi, warga di Palu bentrok lagi
A
A
A
Sindonews.com - Bentrok warga dua kelurahan bertetangga di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) kembali berlanjut. Dua sepeda motor dan satu pondok tempat berjualan dibakar warga.
Bentrokan susulan kembali terjadi antara dua warga bertetangga yakni warga Kelurahan Tatura, Palu Selatan, dengan warga Kelurahan Tinggede, Kabupaten Sigi, sekira pukul 13.00 Wita, Selasa (30/10/2012).
Kedua kelompok warga ini saling serang menggunakan senjata tradisional dumdum (sejenis senjata api rakitan) dan busur di Jembatan Palu II, Jalan I Gusti Ngurah Rai. Tidak adanya aparat keamanan di lokasi membuat kedua warga dengan leluasa saling serang.
Dua unit sepeda motor yang berada di Jalan I Gusti Ngurah Rai, tepatnya di depan Jembatan II diambil warga Tinggede. Kedua unit sepeda motor ini dibawa ke tengah jalan kemudian dibakar. Salah satu motor yang dibakar warga Tinggede ini adalah sepeda motor milik wartawan televisi lokal.
Akibat bentrokan kedua kelompok warga ini, sejumlah warga ketakutan dan memililih mengungsi. Mereka khawatir aksi penyerangan dan pembakaran akan menimpa rumah mereka.
Warga pun menyesalkan aparat keamanan yang dinilai lamban menangani bentrok tersebut. Polisi tidak melakukan aksi penjagaan setelah bentrok pertama terjadi.
Bentrokan mulai mereda setelah petugas gabungan Polres Palu, Polsek Palu Selatan, dan Polsek Marawola mendatangi lokasi. Petugas langsung menyisir dan menghalau warga yang bentrok. Bahkan aparat kepolisian sempat mendapat perlawanan dari warga yang terlibat bentrok.
Bentrok warga dua kampung ini merupakan untuk kali ke sekian kalinya terjadi. Belum diketahui pasti pemicu bentrokan, namun diduga akibat dendam lama antar kelompok pemuda dari kedua kampung ini.
Bentrokan susulan kembali terjadi antara dua warga bertetangga yakni warga Kelurahan Tatura, Palu Selatan, dengan warga Kelurahan Tinggede, Kabupaten Sigi, sekira pukul 13.00 Wita, Selasa (30/10/2012).
Kedua kelompok warga ini saling serang menggunakan senjata tradisional dumdum (sejenis senjata api rakitan) dan busur di Jembatan Palu II, Jalan I Gusti Ngurah Rai. Tidak adanya aparat keamanan di lokasi membuat kedua warga dengan leluasa saling serang.
Dua unit sepeda motor yang berada di Jalan I Gusti Ngurah Rai, tepatnya di depan Jembatan II diambil warga Tinggede. Kedua unit sepeda motor ini dibawa ke tengah jalan kemudian dibakar. Salah satu motor yang dibakar warga Tinggede ini adalah sepeda motor milik wartawan televisi lokal.
Akibat bentrokan kedua kelompok warga ini, sejumlah warga ketakutan dan memililih mengungsi. Mereka khawatir aksi penyerangan dan pembakaran akan menimpa rumah mereka.
Warga pun menyesalkan aparat keamanan yang dinilai lamban menangani bentrok tersebut. Polisi tidak melakukan aksi penjagaan setelah bentrok pertama terjadi.
Bentrokan mulai mereda setelah petugas gabungan Polres Palu, Polsek Palu Selatan, dan Polsek Marawola mendatangi lokasi. Petugas langsung menyisir dan menghalau warga yang bentrok. Bahkan aparat kepolisian sempat mendapat perlawanan dari warga yang terlibat bentrok.
Bentrok warga dua kampung ini merupakan untuk kali ke sekian kalinya terjadi. Belum diketahui pasti pemicu bentrokan, namun diduga akibat dendam lama antar kelompok pemuda dari kedua kampung ini.
(azh)