Buruh kembali kepung kantor Bupati Bogor
Selasa, 30 Oktober 2012 - 11:42 WIB
Buruh kembali kepung kantor Bupati Bogor
A
A
A
Sindonews.com - Ribuan buruh yang tergabung dalam Federasi Buruh Bogor Bersatu (FB3) hari ini kembali mengepung kantor Bupati Bogor di Jalan Raya Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor.
Berdasarkan informasi dihimpun, aksi mogok daerah (modar) menuntut penghapusan sistem outsourcing, dan menaikkan Upah Minimum Kabupaten (UMK) itu merupakan lanjutan dari aksi sebelumnya yang tidak membuahkan hasil.
"Ini merupakan lanjutan aksi modar kemarin yang tidak membuahkan hasil. Kita akan mogok berkepanjangan hingga tuntutan dipenuhi," kata Edi, salah seorang koordinator serikat pekerja FB3, di Bogor, Jawa Barat, Selasa (30/10/2012).
Dia mengungkapkan, jika pihak pemerintah daerah belum juga menyetujui usulan yang diajukan para buru, maka pihaknya akan terus melakukan mogok dan menutup total Tol Jagorawi.
Sementara itu, dari pantauan di lapangan diketahui, para buruh sudah berkumpul menunggu rekan-rekan lainnya di ruas Jalan Tegar Beriman. Mereka sebagian besar menggunakan sepeda motor dengan membawa spanduk, bendera, dan poster yang berisikan tuntutan tolak upah murah, hapus sistem outsourcing, dan naikkan UMK.
Berdasarkan informasi dihimpun, aksi mogok daerah (modar) menuntut penghapusan sistem outsourcing, dan menaikkan Upah Minimum Kabupaten (UMK) itu merupakan lanjutan dari aksi sebelumnya yang tidak membuahkan hasil.
"Ini merupakan lanjutan aksi modar kemarin yang tidak membuahkan hasil. Kita akan mogok berkepanjangan hingga tuntutan dipenuhi," kata Edi, salah seorang koordinator serikat pekerja FB3, di Bogor, Jawa Barat, Selasa (30/10/2012).
Dia mengungkapkan, jika pihak pemerintah daerah belum juga menyetujui usulan yang diajukan para buru, maka pihaknya akan terus melakukan mogok dan menutup total Tol Jagorawi.
Sementara itu, dari pantauan di lapangan diketahui, para buruh sudah berkumpul menunggu rekan-rekan lainnya di ruas Jalan Tegar Beriman. Mereka sebagian besar menggunakan sepeda motor dengan membawa spanduk, bendera, dan poster yang berisikan tuntutan tolak upah murah, hapus sistem outsourcing, dan naikkan UMK.
(lil)