Kulonprogo endemis demam berdarah
Selasa, 30 Oktober 2012 - 09:24 WIB
Kulonprogo endemis demam berdarah
A
A
A
Sindonews.com – Kabupaten Kulonprogo, DIY merupakan daerah endemis demam berdarah. Dari 12 kecamatan, hanya ada satu kecamatan yakni Kecamatan Samigaluh yang bebas dari demam berdarah. Selebihnya hamper dipastikan terdapat desa-desa endemis.
“Selain Samigaluh semuanya daerah endemis, dan pasti ada beberapa desa di setiap kecamatan yang merupakan endemis,” tutur kasi pemberantasan Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Kulonprogo Slamet Riyanto, Selasa (30/10/2012).
Selama ini DBD paling cocok berkembang biak di dataran rendah. Kebetulan Samigaluh merupakan dataran tinggi sehingga DBD sangat langka. Saat ini saja sudah ada enam kasus selama awal musim penghujan di bulan Oktober.
“Perubahan musim kemarau ke penghujan seperti ini harus diwaspadai,” ujarnya.
Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Kulonprogo, Budi Ismanto mengaku enam kasus ini terjadi di kecamatan Nanggulan dan Kalibawang. Dinas sudah menangani kedua kasus ini, termasuk melakukan pengasapan (fogging).
Saat ini stok obat-obatan di puskesmas mencukupi. Termasuk obat larvasida (abate) untuk antisipasi perkembangbiakan telur nyamuk. Dinas, juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk melakukan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
“Nanti siang kita akan sosialisasi di Girimulyo untuk antisipasi penyebaran nyamuk demam berdarah,” tuturnya.
“Selain Samigaluh semuanya daerah endemis, dan pasti ada beberapa desa di setiap kecamatan yang merupakan endemis,” tutur kasi pemberantasan Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Kulonprogo Slamet Riyanto, Selasa (30/10/2012).
Selama ini DBD paling cocok berkembang biak di dataran rendah. Kebetulan Samigaluh merupakan dataran tinggi sehingga DBD sangat langka. Saat ini saja sudah ada enam kasus selama awal musim penghujan di bulan Oktober.
“Perubahan musim kemarau ke penghujan seperti ini harus diwaspadai,” ujarnya.
Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Kulonprogo, Budi Ismanto mengaku enam kasus ini terjadi di kecamatan Nanggulan dan Kalibawang. Dinas sudah menangani kedua kasus ini, termasuk melakukan pengasapan (fogging).
Saat ini stok obat-obatan di puskesmas mencukupi. Termasuk obat larvasida (abate) untuk antisipasi perkembangbiakan telur nyamuk. Dinas, juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk melakukan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
“Nanti siang kita akan sosialisasi di Girimulyo untuk antisipasi penyebaran nyamuk demam berdarah,” tuturnya.
(azh)