Warga Kulonprogo terserang DBD
Selasa, 30 Oktober 2012 - 09:18 WIB
Warga Kulonprogo terserang DBD
A
A
A
Sindonews.com – Musim pancaroba atau perpindahan musim kemarau ke musim penghujan, rawan terhadap perkembangan nyamuk aydes Aygepti yang menyebabkan penyakit Demam Berdarah Dengeu (DBD) di Kabupaten Kulonprogo, selama bulan Oktober ini, sudah ada enam kasus.
“Sudah ada enam kasus, di Kecamatan Nanggulan dan Kalibawang,” ungkap Kasi Penanggulangan Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Kulonprogo, Slamet Riyanto menjelaskan kepada wartawan, Selasa (30/10/2012).
Menurutnya, hampir setiap tahun awal musim penghujan selalu diwarnai dengan kasus DBD. Biasanya nyamuk akan mudah berkembang biak pada genangan air hujan yang terkena sinar matahari.
Dari dua kasus ini, dinas telah melakukan fogging, untuk memutus mata rantai perkembangan. Hanya saja saat ini di daerah endemis nyamuk ini sudah bersifat transovarium. Artinya pada nyamuk yang positif membawa benih DBD bisa menularkan pada telur yang dibawanya. Sehingga ketika telur ini menetas, nyamuk sudah pasti juga mmebawa penyakit DBD.
“Terpenting pencegahan DBD di masyarakat dengan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” tandasnya.
Sementara itu Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Kulonprogo, Budi Ismanto mengungkapkan, untuk mengantisipasi penyakit DBD pihanya juga sudah menyiapkan obat Larvasida atau abate serta obat untuk fogging.
"Stok larvasida kita cukup banyak, warga bisa mendapatkannya di puskesmas," ucapnya.
“Sudah ada enam kasus, di Kecamatan Nanggulan dan Kalibawang,” ungkap Kasi Penanggulangan Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Kulonprogo, Slamet Riyanto menjelaskan kepada wartawan, Selasa (30/10/2012).
Menurutnya, hampir setiap tahun awal musim penghujan selalu diwarnai dengan kasus DBD. Biasanya nyamuk akan mudah berkembang biak pada genangan air hujan yang terkena sinar matahari.
Dari dua kasus ini, dinas telah melakukan fogging, untuk memutus mata rantai perkembangan. Hanya saja saat ini di daerah endemis nyamuk ini sudah bersifat transovarium. Artinya pada nyamuk yang positif membawa benih DBD bisa menularkan pada telur yang dibawanya. Sehingga ketika telur ini menetas, nyamuk sudah pasti juga mmebawa penyakit DBD.
“Terpenting pencegahan DBD di masyarakat dengan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” tandasnya.
Sementara itu Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Kulonprogo, Budi Ismanto mengungkapkan, untuk mengantisipasi penyakit DBD pihanya juga sudah menyiapkan obat Larvasida atau abate serta obat untuk fogging.
"Stok larvasida kita cukup banyak, warga bisa mendapatkannya di puskesmas," ucapnya.
(azh)