Ribuan buruh duduki kantor Bupati Bogor
Senin, 29 Oktober 2012 - 11:42 WIB
Ribuan buruh duduki kantor Bupati Bogor
A
A
A
Sindonews.com - Ribuan buruh dari berbagai elemen menduduki kantor Bupati Bogor, di Jalan Raya Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, dalam aksi mogok daerah (modar).
Dalam aksinya, para buruh yang berkonvoi menggunakan sepeda motor, sempat membuat Jalan Raya Bogor-Jakarta macet hingga mencapai tujuh kilometer. Tak hanya itu, mereka juga sempat memblokir Jalan Raya Tegar Beriman.
Para buruh juga sempat bersitegang dengan petugas kepolisian, lantaran menolak untuk diarahkan langsung ke kantor Bupati. "Tidak bisa, kita ingin kumpul dahulu di sini (di Jalan Tegar Beriman)," tegas salah satu perwakilan buruh yang menggunakan sepeda motor Harley Davidson, Senin (29/10/2012).
Namun, Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Bogor AKP Edwin Affandi berhasil meredakan ketegangan tersebut. "Jangan di sini, mengganggu pengguna jalan, silakan masuk langsung lewat gerbang komplek Pemkab Bogor," terangnya.
Berdasarkan pantauan, mereka menuntut pihak Pemkab Bogor memberikan sanksi tegas terhadap pengusaha nakal yang tidak melaksanakan standar Upah Minimum Kota/Kabupaten Bogor.
Ketua Dewan Pimpinan Kota/Kabupaten Federasi Serikat Pekerja Indonesia (FSPIN) Bogor Edi Purwanto dalam aksinya mengatakan, ribuan berasal dari ratusan perusahaan-perusahaan yang ada di lima titik di Kabupaten Bogor yakni Cileungsi, Cibinong, Citeureup, Cijeruk dan Gunung Putri.
"Kami menuntut pemerintah untuk menghapus sistem outsourching, menaikan UMK 2013 sesuai dengan hasil survei pasar organisasi buruh Rp3,2 juta. "Kita akan menduduki dan bertahan terus di kantor Bupati Bogor dan DPRD Kabupaten Bogor selama sepekan mulai 29 Oktober," tegasnya.
Dalam aksinya, para buruh yang berkonvoi menggunakan sepeda motor, sempat membuat Jalan Raya Bogor-Jakarta macet hingga mencapai tujuh kilometer. Tak hanya itu, mereka juga sempat memblokir Jalan Raya Tegar Beriman.
Para buruh juga sempat bersitegang dengan petugas kepolisian, lantaran menolak untuk diarahkan langsung ke kantor Bupati. "Tidak bisa, kita ingin kumpul dahulu di sini (di Jalan Tegar Beriman)," tegas salah satu perwakilan buruh yang menggunakan sepeda motor Harley Davidson, Senin (29/10/2012).
Namun, Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Bogor AKP Edwin Affandi berhasil meredakan ketegangan tersebut. "Jangan di sini, mengganggu pengguna jalan, silakan masuk langsung lewat gerbang komplek Pemkab Bogor," terangnya.
Berdasarkan pantauan, mereka menuntut pihak Pemkab Bogor memberikan sanksi tegas terhadap pengusaha nakal yang tidak melaksanakan standar Upah Minimum Kota/Kabupaten Bogor.
Ketua Dewan Pimpinan Kota/Kabupaten Federasi Serikat Pekerja Indonesia (FSPIN) Bogor Edi Purwanto dalam aksinya mengatakan, ribuan berasal dari ratusan perusahaan-perusahaan yang ada di lima titik di Kabupaten Bogor yakni Cileungsi, Cibinong, Citeureup, Cijeruk dan Gunung Putri.
"Kami menuntut pemerintah untuk menghapus sistem outsourching, menaikan UMK 2013 sesuai dengan hasil survei pasar organisasi buruh Rp3,2 juta. "Kita akan menduduki dan bertahan terus di kantor Bupati Bogor dan DPRD Kabupaten Bogor selama sepekan mulai 29 Oktober," tegasnya.
(san)