Bakar sampah, tujuh kios ludes
Minggu, 28 Oktober 2012 - 16:46 WIB
Bakar sampah, tujuh kios ludes
A
A
A
Sindonews.com - Sedikitnya tujuh unit kios di Blok G Pasar Guntur Ciawitali Kabupaten Garut terbakar. Kebakaran diduga dari pembakaran sisa-sisa sampah yang dilakukan para pengamen yang biasa berteduh disalahsatu kios kosong.
Seorang pedagang di Blok G Pasar Guntur Ciawitali, Siti Fatonah (56) menuturkan, rambatan api seketika menjalar ke bagian atap kios yang terbuat dari kayu.
“Kios kosong yang digunakan sebagai tempat berkumpul para pengamen itu kemudian terbakar. Bukannya memadamkan api hasil perbuatannya, mereka malah berlari,” katanya saat ditemui di lokasi kebakaran, Minggu (28/10/2012).
Dengan cepat, api merambat ke atap enam kios lain di sekelilingnya. Kejadian tersebut, sontak membuat para pedagang dan warga yang melakukan aktivitas jual beli menjadi panik.
“Warga di sini berupaya untuk memadamkan api. Namun tidak lama, petugas dari Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Garut tiba dengan mengerahkan satu unit mobil pemadam. Api pun berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.40 WIB,” tuturnya.
Seorang pedagang grosir sayuran yang kiosnya terbakar, Asep Nurdin (46) mengaku, peristiwa itu hanya membakar atap kiosnya saja. Ia pun meminta agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut segera memberikan bantuan atas kerusakan yang dialami kiosnya.
Kasubag TU UPTD Pasar Guntur Ciawitali Garut Mimin Mintarsih mengatakan, hingga kini pihaknya belum bisa memprediksi jumlah kerugian akibat kebakaran tersebut. Ia pun membenarkan, kejadian tersebut murni kelalaian sejumlah orang yang tidak bertanggung jawab.
“Belum bisa ditentukan berapa jumlah kerugiannya. Namun yang pasti, kebakaran bukan karena konsleting arus listrik. Tapi lebih kepada perbuatan yang tidak bertanggung jawab,” jelasnya.
Ia memastikan, para pedagang yang kiosnya rusak akibat terbakar akan mendapatkan bantuan dari pemerintah. Adapun besaran bantuan sangat ditentukan oleh tingkat kerusakan yang dialami.
Seorang pedagang di Blok G Pasar Guntur Ciawitali, Siti Fatonah (56) menuturkan, rambatan api seketika menjalar ke bagian atap kios yang terbuat dari kayu.
“Kios kosong yang digunakan sebagai tempat berkumpul para pengamen itu kemudian terbakar. Bukannya memadamkan api hasil perbuatannya, mereka malah berlari,” katanya saat ditemui di lokasi kebakaran, Minggu (28/10/2012).
Dengan cepat, api merambat ke atap enam kios lain di sekelilingnya. Kejadian tersebut, sontak membuat para pedagang dan warga yang melakukan aktivitas jual beli menjadi panik.
“Warga di sini berupaya untuk memadamkan api. Namun tidak lama, petugas dari Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Garut tiba dengan mengerahkan satu unit mobil pemadam. Api pun berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.40 WIB,” tuturnya.
Seorang pedagang grosir sayuran yang kiosnya terbakar, Asep Nurdin (46) mengaku, peristiwa itu hanya membakar atap kiosnya saja. Ia pun meminta agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut segera memberikan bantuan atas kerusakan yang dialami kiosnya.
Kasubag TU UPTD Pasar Guntur Ciawitali Garut Mimin Mintarsih mengatakan, hingga kini pihaknya belum bisa memprediksi jumlah kerugian akibat kebakaran tersebut. Ia pun membenarkan, kejadian tersebut murni kelalaian sejumlah orang yang tidak bertanggung jawab.
“Belum bisa ditentukan berapa jumlah kerugiannya. Namun yang pasti, kebakaran bukan karena konsleting arus listrik. Tapi lebih kepada perbuatan yang tidak bertanggung jawab,” jelasnya.
Ia memastikan, para pedagang yang kiosnya rusak akibat terbakar akan mendapatkan bantuan dari pemerintah. Adapun besaran bantuan sangat ditentukan oleh tingkat kerusakan yang dialami.
(ysw)