Dinkes belum tahu penyebab wabah muntaber
Minggu, 28 Oktober 2012 - 15:28 WIB
Dinkes belum tahu penyebab wabah muntaber
A
A
A
Sindonews.com - Terkait wabah muntaber di Desa Rantau Bayur Kecamatan Banyuasin, Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuasin belum mengetahui penyebab wabah tersebut.
Sejauh ini, Dinkes Banyuasin masih melakukan uji laboratorium terhadap sampel air yang biasa dikonsumsi warga.
Kepala Dinkes Banyuasin, Ayuhana Awam mengatakan masih belum mengetahui penyebab wabah muntaber di desa Rantau. “Masih dilakukan uji Laboratorium di Balai Besar Laboratorium di Palembang,” sambung Ayuhana di Banyuasin, Minggu (28/10/2012).
Sementara ini, Dinkes fokus pada penanganan pasien muntaber di rumah sakit. Untuk pasokan obat-obatan juga masih mencukupi. Sedangkan upaya pencegahan baru sebatas imbauan agar masyarakat menjaga perilaku hidup bersih.
Ayuhana menegaskan, ia juga mengimbau bila ada masyarakat yang merasakan gejala muntaber segera memeriksakan diri ke posko kesehatan darurat.
“Penderita meningkat tapi masih mampu diantisipasi. Sudah mencapai 90-an pasien, 76 penderita mendapatkan perawatan medis di RSUD, sebagaian masih di desa, dengan pemberian cairan infus dan oralit,” ungkap dia.
Sementara itu, di saat puluhan warga desa mendapat serangan penyakit diare akut muntaber, ditemukan minuman mineral kemasan gelas di dusun empat desa Rantau Bayur yang tidak steril.
Kepala Desa (Kades) Rantau Bayur, Irwanto mengatakan jika saat itu sempat menemukan air mineral dalam kemasan yang tidak steril.
“Beberapa botol air minumnya masih disimpan untuk ditindaklanjuti ke Kepala Dinkes,” katanya kemarin.
Kendati begitu, Kades memastikan jika serangan penyakit muntaber di desanya telah terjadi sebelum warga desa menemukan air minum mineral yang tidak steril tersebut. “Hubungan langsungnya tidak ada. Sudah banyak warga sakit, baru air minum itu ditemukan,” tukas dia.
Sejauh ini, Dinkes Banyuasin masih melakukan uji laboratorium terhadap sampel air yang biasa dikonsumsi warga.
Kepala Dinkes Banyuasin, Ayuhana Awam mengatakan masih belum mengetahui penyebab wabah muntaber di desa Rantau. “Masih dilakukan uji Laboratorium di Balai Besar Laboratorium di Palembang,” sambung Ayuhana di Banyuasin, Minggu (28/10/2012).
Sementara ini, Dinkes fokus pada penanganan pasien muntaber di rumah sakit. Untuk pasokan obat-obatan juga masih mencukupi. Sedangkan upaya pencegahan baru sebatas imbauan agar masyarakat menjaga perilaku hidup bersih.
Ayuhana menegaskan, ia juga mengimbau bila ada masyarakat yang merasakan gejala muntaber segera memeriksakan diri ke posko kesehatan darurat.
“Penderita meningkat tapi masih mampu diantisipasi. Sudah mencapai 90-an pasien, 76 penderita mendapatkan perawatan medis di RSUD, sebagaian masih di desa, dengan pemberian cairan infus dan oralit,” ungkap dia.
Sementara itu, di saat puluhan warga desa mendapat serangan penyakit diare akut muntaber, ditemukan minuman mineral kemasan gelas di dusun empat desa Rantau Bayur yang tidak steril.
Kepala Desa (Kades) Rantau Bayur, Irwanto mengatakan jika saat itu sempat menemukan air mineral dalam kemasan yang tidak steril.
“Beberapa botol air minumnya masih disimpan untuk ditindaklanjuti ke Kepala Dinkes,” katanya kemarin.
Kendati begitu, Kades memastikan jika serangan penyakit muntaber di desanya telah terjadi sebelum warga desa menemukan air minum mineral yang tidak steril tersebut. “Hubungan langsungnya tidak ada. Sudah banyak warga sakit, baru air minum itu ditemukan,” tukas dia.
(ysw)