Komnas HAM minta Rektor Unpam kooperatif
Kamis, 25 Oktober 2012 - 16:25 WIB
Komnas HAM minta Rektor Unpam kooperatif
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) berharap, Rektor Universitas Pamulang (Unpam) Sugeng Hidayat bersikap kooperatif dengannya. Karena pihaknya tengah melakukan penyelidikan secara independen kebenaran penyerangan yang dilakukan aparat kepolisian saat kedatangan Wakapolri Komjen Pol Nanan Soekarna.
Komisioner Komnas HAM Ridha Saleh mengatakan, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan Polda Metro Jaya dan mereka bersikap kooperatif. Dia juga meminta, rektor melakukan hal yang sama agar kasus bentrok mahasiswa dengan polisi di depan Unpam dapat segera terungkap.
"Polda Metro sudah berjanji akan kooperatif terhadap penyelidikan yang kami lakukan. Kami juga berharap rektorat membuka diri untuk kami,“ ujar Ridha saat menjawab berbagai tanggapan para orangtua dan mahasiswa Unpam di Gedung Komnas HAM, Jakarta, Kamis (25/10/2012).
Ditambahkan dia, Komnas HAM membutuhkan keterangan pihak rektorat untuk mengetahui kebenaran yang terjadi saat itu. Dimana akibat bentrok itu, tiga orang mahasiswa dan lima polisi terluka. Bahkan ada yang menderita patah tulang dan bocor hingga harus mendapatkan perawatan intensif.
Untuk itu, dia meminta kepada para orangtua mahasiswa untuk bersabar dalam menghadapi persoalan tersebut. Ridha menjanjikan pihaknya akan segera bertindak cepat dalam menghadapi persoalan tersebut.
“Komisioner akan segera rapatkan ini. Masalah ini tidak boleh dibiarkan dan harus diungkap. Apa saja tindakan yang dilakukan polisi yang melanggar undang-undang, nanti akan kita lihat. Pokoknya tetap tenang, teman-teman mahasiswa tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum," pungkasnya.
Komisioner Komnas HAM Ridha Saleh mengatakan, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan Polda Metro Jaya dan mereka bersikap kooperatif. Dia juga meminta, rektor melakukan hal yang sama agar kasus bentrok mahasiswa dengan polisi di depan Unpam dapat segera terungkap.
"Polda Metro sudah berjanji akan kooperatif terhadap penyelidikan yang kami lakukan. Kami juga berharap rektorat membuka diri untuk kami,“ ujar Ridha saat menjawab berbagai tanggapan para orangtua dan mahasiswa Unpam di Gedung Komnas HAM, Jakarta, Kamis (25/10/2012).
Ditambahkan dia, Komnas HAM membutuhkan keterangan pihak rektorat untuk mengetahui kebenaran yang terjadi saat itu. Dimana akibat bentrok itu, tiga orang mahasiswa dan lima polisi terluka. Bahkan ada yang menderita patah tulang dan bocor hingga harus mendapatkan perawatan intensif.
Untuk itu, dia meminta kepada para orangtua mahasiswa untuk bersabar dalam menghadapi persoalan tersebut. Ridha menjanjikan pihaknya akan segera bertindak cepat dalam menghadapi persoalan tersebut.
“Komisioner akan segera rapatkan ini. Masalah ini tidak boleh dibiarkan dan harus diungkap. Apa saja tindakan yang dilakukan polisi yang melanggar undang-undang, nanti akan kita lihat. Pokoknya tetap tenang, teman-teman mahasiswa tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum," pungkasnya.
(san)