Jokowi minta pejabat DKI tinggalkan tradisi lama
Kamis, 25 Oktober 2012 - 15:55 WIB
Jokowi minta pejabat DKI tinggalkan tradisi lama
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada para lurah dan camat lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI untuk selalu bersikap ramah kepada masyarakat dalam melakukan pelayanan.
"Kalau masyarakat datang, ucapkan selamat pagi. Kalau siang, ya siang. Kita memang harus merubah dari tradisi yang lama, ke tradisi yang baru," kata Jokowi di Jakarta, Kamis (25/10/2012).
Tak hanya kepada lurah dan camat, Jokowi juga meminta perlakuan yang sama kepada para wali kota dan bupati yang berada di lingkup Pemprov DKI. Saat ditanya kesiapannya untuk melayani masyarakat, mereka menjawab siap dengan lantang.
Namun Jokowi tidak lantas percaya dengan jawaban dan teriakan keras, 267 lurah, 44 camat, lima orang wali kota, dan satu bupati yang ada saat itu. "Kerasnya (jawaban) kayak gitu. Nanti tinggal saya tunggu tanggal mainnya," jelas Jokowi.
Lebih lanjut, Jokowi mengatakan alasannya yang suka mampir ke kantor-kantor itu hanya untuk bermain, bukan untuk memarahi petugas-petugas yang ada di sana.
"Saya datangpun tidak ingn marah-marah juga. Saya cuma ingin dolan (main). Kalau ada yang tidak sesuaipun hanya akan saya catat. Saya dolan ke pak lurah, bu lurah, suka enggak saya dolanin? Nanti ke kantor wali kota juga sama," tukas Jokowi.
"Kalau masyarakat datang, ucapkan selamat pagi. Kalau siang, ya siang. Kita memang harus merubah dari tradisi yang lama, ke tradisi yang baru," kata Jokowi di Jakarta, Kamis (25/10/2012).
Tak hanya kepada lurah dan camat, Jokowi juga meminta perlakuan yang sama kepada para wali kota dan bupati yang berada di lingkup Pemprov DKI. Saat ditanya kesiapannya untuk melayani masyarakat, mereka menjawab siap dengan lantang.
Namun Jokowi tidak lantas percaya dengan jawaban dan teriakan keras, 267 lurah, 44 camat, lima orang wali kota, dan satu bupati yang ada saat itu. "Kerasnya (jawaban) kayak gitu. Nanti tinggal saya tunggu tanggal mainnya," jelas Jokowi.
Lebih lanjut, Jokowi mengatakan alasannya yang suka mampir ke kantor-kantor itu hanya untuk bermain, bukan untuk memarahi petugas-petugas yang ada di sana.
"Saya datangpun tidak ingn marah-marah juga. Saya cuma ingin dolan (main). Kalau ada yang tidak sesuaipun hanya akan saya catat. Saya dolan ke pak lurah, bu lurah, suka enggak saya dolanin? Nanti ke kantor wali kota juga sama," tukas Jokowi.
(san)