Dicabuli guru, murid kelas 5 ogah sekolah
Kamis, 25 Oktober 2012 - 14:19 WIB
Dicabuli guru, murid kelas 5 ogah sekolah
A
A
A
Sindonews.com - Seorang murid Kelas 5 Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Mata Air, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) berinisial F (11) melaporkan guru olahraganya ke polisi. F mengaku dicabuli guru olahraganya hingga tidak berani datang ke sekolah.
Sudah empat hari, F tidak berani datang ke sekolah. Peristiwa pencabulan yang dilakukan oleh guru olahraganya masih membuat korban takut dan trauma. Ditemani oleh orangtua dan kakeknya, F melaporkan peristiwa pencabulan yang dialaminya ke polisi, Kamis (25/10/2012).
F mengaku telah dilecehkan oleh guru olahraganya di ruangan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) pada saat istirahat belajar. Namun pada saat guru olahraga tersebut membawa korban ke tempat tidur, korban berontak dan langsung kabur. Korban pun menceritakan peristiwa yang dialaminya kepada teman-temannya. Ternyata lima orang teman sekolahnya juga ikut menjadi korban nafsu guru olahraga tersebut.
Orangtua korban yang curiga karena anaknya tidak mau sekolah memaksa korban untuk menceritakan hal yang dialaminya. Mengetahui anaknya dilecehkan, Wati, orangtua F kaget dan langsung melapor ke polisi.
Sementara, kasus ini masih dalam pemeriksaan pihak yang berwajib Polresta Padang yang rencana akan memanggil tersangka dalam waktu dekat ini.
Hingga saat ini pihak sekolah tidak mau memberikan keterangan apa-apa menyangkut peristiwa pencabulan yang dilakukan oleh seorang guru olahraga tenaga honorer di sekolah tersebut. Saat ditemui di sekolah tersebut pagi tadi, sekolah dalam keadaan kosong dan tidak ada kegiatan belajar mengajar.
Sudah empat hari, F tidak berani datang ke sekolah. Peristiwa pencabulan yang dilakukan oleh guru olahraganya masih membuat korban takut dan trauma. Ditemani oleh orangtua dan kakeknya, F melaporkan peristiwa pencabulan yang dialaminya ke polisi, Kamis (25/10/2012).
F mengaku telah dilecehkan oleh guru olahraganya di ruangan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) pada saat istirahat belajar. Namun pada saat guru olahraga tersebut membawa korban ke tempat tidur, korban berontak dan langsung kabur. Korban pun menceritakan peristiwa yang dialaminya kepada teman-temannya. Ternyata lima orang teman sekolahnya juga ikut menjadi korban nafsu guru olahraga tersebut.
Orangtua korban yang curiga karena anaknya tidak mau sekolah memaksa korban untuk menceritakan hal yang dialaminya. Mengetahui anaknya dilecehkan, Wati, orangtua F kaget dan langsung melapor ke polisi.
Sementara, kasus ini masih dalam pemeriksaan pihak yang berwajib Polresta Padang yang rencana akan memanggil tersangka dalam waktu dekat ini.
Hingga saat ini pihak sekolah tidak mau memberikan keterangan apa-apa menyangkut peristiwa pencabulan yang dilakukan oleh seorang guru olahraga tenaga honorer di sekolah tersebut. Saat ditemui di sekolah tersebut pagi tadi, sekolah dalam keadaan kosong dan tidak ada kegiatan belajar mengajar.
(azh)