Ditinggal hajatan, rumah dibobol maling
Rabu, 24 Oktober 2012 - 21:16 WIB
Ditinggal hajatan, rumah dibobol maling
A
A
A
Sindonews.com - Ditinggal pergi hajatan, rumah Budi Santoso (75), seorang bos pakan ternak dan alat-alat pertanian asal Kelurahan Kutoanyar, Tulungagung, dibobol kawanan pencuri.
Kapolsek Tulungagung Kompol Puji Wiyono mengatakan, sedikitnya tiga ons perhiasan emas dan berlian yang diperkirakan bernilai Rp200 juta melayang.
Ironisnya, peristiwa kejahatan yang diduga dilakukan dua orang itu, berlangsung pada saat lalu lintas di depan rumah korban sedang ramai.
“Pelaku masuk melalui pintu depan rumah. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan," kata Kompol Puji, kepada wartawan, di Tulungagung, Rabu (24/10/2012).
Puji menceritakan, awalnya pelaku masuk dengan merusak anak kunci pintu utama. Keduanya mengacak-acak empat buah kamar yang ada di dalam rumah dengan membuka paksa lemari pakaian.
“Yang sedikit aneh, pelaku tidak mengambil perhiasan emas yang ada di kamar lainnya. Apakah mereka terburu-buru atau memang sengaja tidak mengambil, kita masih mempelajarinya," ucapnya.
Sementara, Yanto sopir pribadi korban yang hendak menjemput cucu korban, sempat melihat dua orang yang bertamu.
“Saya sengaja tidak berhenti karena sudah buru-buru menjemput cucu majikan saya. Sebab seluruh keluarga tengah ada acara persiapan hajat pernikahan di Surabaya. Lagian saya pikir mungkin tamu biasa yang akan kembali sendiri kalau memang yang dicari tidak ada," ujarnya.
Selang 30 menit kemudian, saat dia kembali, Yanto menjumpai pintu rumah dalam posisi terbuka dengan rumah kunci berantakan. Dia pun langsung melapor ke pihak kepolisian.
“Saya tidak berani masuk rumah. Karena khawatir pelaku masih di dalam. Karenanya saya putuskan untuk melapor ke petugas," pungkasnya.
Kapolsek Tulungagung Kompol Puji Wiyono mengatakan, sedikitnya tiga ons perhiasan emas dan berlian yang diperkirakan bernilai Rp200 juta melayang.
Ironisnya, peristiwa kejahatan yang diduga dilakukan dua orang itu, berlangsung pada saat lalu lintas di depan rumah korban sedang ramai.
“Pelaku masuk melalui pintu depan rumah. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan," kata Kompol Puji, kepada wartawan, di Tulungagung, Rabu (24/10/2012).
Puji menceritakan, awalnya pelaku masuk dengan merusak anak kunci pintu utama. Keduanya mengacak-acak empat buah kamar yang ada di dalam rumah dengan membuka paksa lemari pakaian.
“Yang sedikit aneh, pelaku tidak mengambil perhiasan emas yang ada di kamar lainnya. Apakah mereka terburu-buru atau memang sengaja tidak mengambil, kita masih mempelajarinya," ucapnya.
Sementara, Yanto sopir pribadi korban yang hendak menjemput cucu korban, sempat melihat dua orang yang bertamu.
“Saya sengaja tidak berhenti karena sudah buru-buru menjemput cucu majikan saya. Sebab seluruh keluarga tengah ada acara persiapan hajat pernikahan di Surabaya. Lagian saya pikir mungkin tamu biasa yang akan kembali sendiri kalau memang yang dicari tidak ada," ujarnya.
Selang 30 menit kemudian, saat dia kembali, Yanto menjumpai pintu rumah dalam posisi terbuka dengan rumah kunci berantakan. Dia pun langsung melapor ke pihak kepolisian.
“Saya tidak berani masuk rumah. Karena khawatir pelaku masih di dalam. Karenanya saya putuskan untuk melapor ke petugas," pungkasnya.
(maf)