Ribuan petani di Mapilli terancam libur panjang
Rabu, 24 Oktober 2012 - 15:04 WIB
Ribuan petani di Mapilli terancam libur panjang
A
A
A
Sindonews.com – Ribuan petani di sejumlah desa yang ada di wilayah Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), terancam libur panjang. Mereka terancam tak bisa turun sawah karena pengerjaan saluran sekunder di wilayah itu hingga kini belum juga rampung.
Sementara, pengerjaan saluran irigasi lain di wilayah Mapilli pun bobol hingga puluhan meter, akibat hujan deras yang mengguyur daerah itu beberapa hari terkahir.
"Para petani khawatir terhadap pengerjaan saluran sekunder yang belum rampung," jelas Camat Mapilli Aslina Syamsuddin, Rabu (24/10/2012).
Dia mengatakan, pengerjaan irigasi sekunder Ugibaru yang dilaksanakan Balai Besar Irigasi (BBI), direncanakan dapat difungsingkan awal November. Namun hingga kini dia mengakui pengerjaan tersebut belum terlihat tanda-tanda akan rampung.
"Kita tidak bisa berharap penyelesaian sesuai jadwal, karena masih beberapa kegiatan yang belum selesai," ujarnya.
Kegiatan yang belum selesai itu sebut Aslina, adalah perbaikan pada beberapa bagian serta pembersihan saluran.
Secara terpisah, Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Mapilli, Diro Danuwijoyo, mengaku sangat menyesalkan keterlambatan pengerjaan saluran irigasi Ugibaru.
Kondisi itu kata Diro Danuwijoyo, akan sangat berdampak pada petani yang telah rela tidak turun sawah dalam satu musim tanam terakhir.
"Keterlambatan ini akan sangat merugikan petani. Selain itu, mempengaruhi target peningkatan produksi padi," jelas Diro.
Meski demikian, petani tidak bisa menunggu penyelesaian pengerjaan saluran. kata Diro, para petani itu bersepakat menjadwalkan turun sawah pada awal November mendatang.
Sementara, pengerjaan saluran irigasi lain di wilayah Mapilli pun bobol hingga puluhan meter, akibat hujan deras yang mengguyur daerah itu beberapa hari terkahir.
"Para petani khawatir terhadap pengerjaan saluran sekunder yang belum rampung," jelas Camat Mapilli Aslina Syamsuddin, Rabu (24/10/2012).
Dia mengatakan, pengerjaan irigasi sekunder Ugibaru yang dilaksanakan Balai Besar Irigasi (BBI), direncanakan dapat difungsingkan awal November. Namun hingga kini dia mengakui pengerjaan tersebut belum terlihat tanda-tanda akan rampung.
"Kita tidak bisa berharap penyelesaian sesuai jadwal, karena masih beberapa kegiatan yang belum selesai," ujarnya.
Kegiatan yang belum selesai itu sebut Aslina, adalah perbaikan pada beberapa bagian serta pembersihan saluran.
Secara terpisah, Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Mapilli, Diro Danuwijoyo, mengaku sangat menyesalkan keterlambatan pengerjaan saluran irigasi Ugibaru.
Kondisi itu kata Diro Danuwijoyo, akan sangat berdampak pada petani yang telah rela tidak turun sawah dalam satu musim tanam terakhir.
"Keterlambatan ini akan sangat merugikan petani. Selain itu, mempengaruhi target peningkatan produksi padi," jelas Diro.
Meski demikian, petani tidak bisa menunggu penyelesaian pengerjaan saluran. kata Diro, para petani itu bersepakat menjadwalkan turun sawah pada awal November mendatang.
(rsa)