Bom di Poso, kondisi Briptu Rusliadi membaik
Rabu, 24 Oktober 2012 - 13:45 WIB
Bom di Poso, kondisi Briptu Rusliadi membaik
A
A
A
Sindonews.com - Kondisi Briptu Rusliadi, anggota Polantas Polres Poso, Sulawesi Tenggara (Sulteng) yang menjadi korban bom di pos polisi lalulintas sudah mulai membaik. Briptu Rusliadi kini dirawat di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Makassar.
Akibat ledakan bom di pos polisi, Rusliadi mengalami luka pada bagian tangan kanan, punggungnya dan tidak dapat bergerak. Saat ini korban sudah dapat berbicara dan dapat menggerakkan tangannya.
Rusliadi mengatakan saat peristiwa ledakan pertama terjadi ia sedang berada di kantor. Saat itu dirinya diperintahkan oleh komandannya untuk mengecek kebenaran ledakan yang terjadi di pos polisi. Pada saat tiba di pos polisi tersebut, ia mengecek kondisi pos yang telah mengalami kerusakan akibat ledakan.
"Saat sedang melapor situasi pos polisi, tiba-tiba ada ledakan keras. Akibat ledakan, saya terlempar," ungkap Rusliadi menjelaskan kepada wartawan, Rabu (24/10/2012).
Rusliadi sendiri tiba di Makassar Selasa 23 Oktober setelah dirujuk oleh pihak RS Bhayangkara Palu untuk dirawat di RS Bhayangkara Makassar. Ledakan yang terjadi Senin 22 Oktober tersebut diduga diledakkan oleh kelompok yang selama ini melakukan teror di Kabupaten Poso, Sulteng.
Akibat ledakan bom di pos polisi, Rusliadi mengalami luka pada bagian tangan kanan, punggungnya dan tidak dapat bergerak. Saat ini korban sudah dapat berbicara dan dapat menggerakkan tangannya.
Rusliadi mengatakan saat peristiwa ledakan pertama terjadi ia sedang berada di kantor. Saat itu dirinya diperintahkan oleh komandannya untuk mengecek kebenaran ledakan yang terjadi di pos polisi. Pada saat tiba di pos polisi tersebut, ia mengecek kondisi pos yang telah mengalami kerusakan akibat ledakan.
"Saat sedang melapor situasi pos polisi, tiba-tiba ada ledakan keras. Akibat ledakan, saya terlempar," ungkap Rusliadi menjelaskan kepada wartawan, Rabu (24/10/2012).
Rusliadi sendiri tiba di Makassar Selasa 23 Oktober setelah dirujuk oleh pihak RS Bhayangkara Palu untuk dirawat di RS Bhayangkara Makassar. Ledakan yang terjadi Senin 22 Oktober tersebut diduga diledakkan oleh kelompok yang selama ini melakukan teror di Kabupaten Poso, Sulteng.
(azh)