Tarif KRL akan naik lagi, wajar
Rabu, 24 Oktober 2012 - 09:17 WIB
Tarif KRL akan naik lagi, wajar
A
A
A
Sindonews.com - Ketua I Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Darmaningtyas merasa wajar jika PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersama PT KAI Commuter Jabodetabek (PT KCJ) nantinya akan kembali menaikkan tarif Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek.
Menurutnya, subsidi yang tidak diberikan pemerintah kepada PT KAI menjadi alasan mengapa tarif harus dinaikkan. Oleh karena itu, dia meminta kepada pengguna KRL untuk memaklumi hal tersebut.
"Jadi masalah murah (harga tarif), pemerintah harus keluarkan subsidi. Kalau saya jadi operator, tidak ada subsidi dari pemerintah pasti tarif akan saya naikkan," jelas Darmaningtyas kepada Sindonews Jakarta, Rabu (24/10/2012).
Dirinya menambahkan, jika harga tarif KRL tidak naik maka kedua regulator tersebut akan sulit mengoperasikan KRL sesuai harapan.
Lebih lanjut dia mengatakan, jika terkait pelayanan KRL yang belum optimal meski tarif sudah dinaikkan, Darmaningtyas berpendapat kalau penambahan rangkaian KRL selalui diikuti dengan pertumbuhan penumpang.
"Sekarang tidak naik, tidak ada peningkatan pelayanan, kita sadar kereta bertambah, jumlah penumpang pasti bertambah. Sehingga bertambah berapapun keretanya, situasinya akan sama saja. Karena kita tidak bisa melarang orang untuk naik KRL. Misal datang KRL baru, namun penumpang baru tidak boleh naik, kan tidak bisa begitu," ungkapnya.
Menurutnya, subsidi yang tidak diberikan pemerintah kepada PT KAI menjadi alasan mengapa tarif harus dinaikkan. Oleh karena itu, dia meminta kepada pengguna KRL untuk memaklumi hal tersebut.
"Jadi masalah murah (harga tarif), pemerintah harus keluarkan subsidi. Kalau saya jadi operator, tidak ada subsidi dari pemerintah pasti tarif akan saya naikkan," jelas Darmaningtyas kepada Sindonews Jakarta, Rabu (24/10/2012).
Dirinya menambahkan, jika harga tarif KRL tidak naik maka kedua regulator tersebut akan sulit mengoperasikan KRL sesuai harapan.
Lebih lanjut dia mengatakan, jika terkait pelayanan KRL yang belum optimal meski tarif sudah dinaikkan, Darmaningtyas berpendapat kalau penambahan rangkaian KRL selalui diikuti dengan pertumbuhan penumpang.
"Sekarang tidak naik, tidak ada peningkatan pelayanan, kita sadar kereta bertambah, jumlah penumpang pasti bertambah. Sehingga bertambah berapapun keretanya, situasinya akan sama saja. Karena kita tidak bisa melarang orang untuk naik KRL. Misal datang KRL baru, namun penumpang baru tidak boleh naik, kan tidak bisa begitu," ungkapnya.
(lns)