Tarekat Naqsabandiyah gelar Salat Ied lebih awal
Rabu, 24 Oktober 2012 - 08:53 WIB
Tarekat Naqsabandiyah gelar Salat Ied lebih awal
A
A
A
Sindonews.com - Penganut Tarekat Naqsabandiyah di Padang, Sumatera Barat, merayakan Idul Adha 10 Dzulhijjah 1433 Hijriah. Gema takbir terdengar sejak semalam di mesjid di Baitul Makmur, Kampung Binuang, Kecamatan Pauh Kota Padang, Sumatera Barat.
Salat ied digelar di mesjid Baitul Makmur dengan imam Ustadz Zahar. Selain di mesjid Baitul Makmur sekira 5.000 jemaah yang tersebar di Sumbar antara lain di Kota Padang, Kabupaten Solok Selatan, Pesisir Selatan dan Solok juga merayakan Idul Adha serentak.
Penetapan awal Idul Adha pada 10 Zulhijjah 1433 Hijriah ini dilakukan melalui perhitungan metode hisab munjid atau melalui penanggalan yang sudah dilakukan secara turun-temurun.
“Ya, Salat Id kita laksanakan hari ini, dilanjutkan pemotongan hewan kurban,” kata Sekretaris Naqsabandiyah Sumbar Edizon, di Surau Baitul Makmur, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Rabu (24/10/2012).
Kendati selalu berbeda dengan keputusan pemerintah, bagi Edison, itu merupakan keyakinan yang harus dijalankan tanpa harus memandang perbedaan. Hal itu diyakininya mengacu pada Alquran dan hadist.
Salat ied digelar di mesjid Baitul Makmur dengan imam Ustadz Zahar. Selain di mesjid Baitul Makmur sekira 5.000 jemaah yang tersebar di Sumbar antara lain di Kota Padang, Kabupaten Solok Selatan, Pesisir Selatan dan Solok juga merayakan Idul Adha serentak.
Penetapan awal Idul Adha pada 10 Zulhijjah 1433 Hijriah ini dilakukan melalui perhitungan metode hisab munjid atau melalui penanggalan yang sudah dilakukan secara turun-temurun.
“Ya, Salat Id kita laksanakan hari ini, dilanjutkan pemotongan hewan kurban,” kata Sekretaris Naqsabandiyah Sumbar Edizon, di Surau Baitul Makmur, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Rabu (24/10/2012).
Kendati selalu berbeda dengan keputusan pemerintah, bagi Edison, itu merupakan keyakinan yang harus dijalankan tanpa harus memandang perbedaan. Hal itu diyakininya mengacu pada Alquran dan hadist.
(rsa)