Akhirnya, SDN Sukmajaya III miliki gedung sekolah
Selasa, 23 Oktober 2012 - 16:01 WIB
Akhirnya, SDN Sukmajaya III miliki gedung sekolah
A
A
A
Sindonews.com - Setelah menunggu cukup lama, akhirnya murid SDN Sukmajaya III dan SDN Cipayung sudah bisa belajar di gedung sekolah mereka sendiri. Rencananya, kedua SDN tersebut akan dilebur menjadi SDN Cipayung Depok.
"Legalah, dari kemarin mereka kan menumpang kemana-mana," kata Kepala Sekolah SDN Sukmajaya III, Amaliah, di sekolah barunya, Selasa (23/10/2012).
Di gedung ini, SDN Sukmajaya III menampung murid dari dua sekolah yaitu SDN Sukmajaya III dan SDN Cipayung. Sekolah itu memiliki enam ruangan belajar baru, satu kantor, dua toilet untuk siswa, dan satu toilet guru.
Rencananya, kedua sekolah hanya akan memakai satu nama, yaitu SDN Cipayung Depok. Pemilihan nama itu dikarenakan sejarah sekolah sangat dekat dengan masyarakatnya.
"Walaupun ini Sukmajaya, namun dulunya ini kampung Cipayung, masyarakat sudah sepakat soal nama sekolah," paparnya.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok Muhammad Nurdin mengatakan, proses penggabungan masih dalam proses. Penyatuan itu, untuk mengoptimalkan proses belajar mengajar karena dua sekolah itu berada di satu lokasi.
Berkas penggabungan juga sudah diserahkan di bagian hukum Sekretariat Daerah Depok. "Desember sudah ada kepala sekolah definitif," katanya.
Penggabungan itu, kata Nurdin, tidak akan membawa masalah. Pasalnya, yang diubah hanya nama dan penyatuan manajemennya saja. Sementara guru-gurunya tetap sama.
"Legalah, dari kemarin mereka kan menumpang kemana-mana," kata Kepala Sekolah SDN Sukmajaya III, Amaliah, di sekolah barunya, Selasa (23/10/2012).
Di gedung ini, SDN Sukmajaya III menampung murid dari dua sekolah yaitu SDN Sukmajaya III dan SDN Cipayung. Sekolah itu memiliki enam ruangan belajar baru, satu kantor, dua toilet untuk siswa, dan satu toilet guru.
Rencananya, kedua sekolah hanya akan memakai satu nama, yaitu SDN Cipayung Depok. Pemilihan nama itu dikarenakan sejarah sekolah sangat dekat dengan masyarakatnya.
"Walaupun ini Sukmajaya, namun dulunya ini kampung Cipayung, masyarakat sudah sepakat soal nama sekolah," paparnya.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok Muhammad Nurdin mengatakan, proses penggabungan masih dalam proses. Penyatuan itu, untuk mengoptimalkan proses belajar mengajar karena dua sekolah itu berada di satu lokasi.
Berkas penggabungan juga sudah diserahkan di bagian hukum Sekretariat Daerah Depok. "Desember sudah ada kepala sekolah definitif," katanya.
Penggabungan itu, kata Nurdin, tidak akan membawa masalah. Pasalnya, yang diubah hanya nama dan penyatuan manajemennya saja. Sementara guru-gurunya tetap sama.
(ysw)