Jokowi diminta terapkan ZSS di Jakarta
Selasa, 23 Oktober 2012 - 12:45 WIB
Jokowi diminta terapkan ZSS di Jakarta
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo diminta untuk melanjutkan program Zona Selamat Sekolah (ZSS) yang pernah dia jalankan di Kota Solo. Hal itu dilakukan untuk menekan jumlah kematian anak Indonesia karena kecelakaan lalu lintas.
"Pak Jokowi itu pernah mencanangkan zona selamat sekolah di Solo. Karena itu, saya tagih janji beliau untuk melanjutkan program tersebut di Jakarta. Ini penting untuk menyelamatkan anak Indonesia dari kecelakaan, khususnya di sekolah," jelas anggota Kementerian Perhubungan Republik Indonesia Keselamatan Transportsi Darat Besti Ernani dalam konferensi pers bertema "Keselamatanku di Jalan", Hotel Santika, Jakarta, Selasa (23/10/2012).
Menurut Besti, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah untuk menekan tingginya angka kecelakaan lalu lintas pada anak, termasuk dengan menurunkan angka kecepatan kendaraan bermotor di area depan sekolah.
"Saya turunkan angkanya menjadi 25 kilometer per jam, karena kalau angka 50 sampai 90 kilometer per jam. Anak-anak kalau tidak cacat ya meninggal, jadi diturunkan menjadi 25, nah Pak Jokowi pernah melakukan itu waktu di Solo, semoga di Jakarta Ia terapkan," katanya.
"Pak Jokowi itu pernah mencanangkan zona selamat sekolah di Solo. Karena itu, saya tagih janji beliau untuk melanjutkan program tersebut di Jakarta. Ini penting untuk menyelamatkan anak Indonesia dari kecelakaan, khususnya di sekolah," jelas anggota Kementerian Perhubungan Republik Indonesia Keselamatan Transportsi Darat Besti Ernani dalam konferensi pers bertema "Keselamatanku di Jalan", Hotel Santika, Jakarta, Selasa (23/10/2012).
Menurut Besti, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah untuk menekan tingginya angka kecelakaan lalu lintas pada anak, termasuk dengan menurunkan angka kecepatan kendaraan bermotor di area depan sekolah.
"Saya turunkan angkanya menjadi 25 kilometer per jam, karena kalau angka 50 sampai 90 kilometer per jam. Anak-anak kalau tidak cacat ya meninggal, jadi diturunkan menjadi 25, nah Pak Jokowi pernah melakukan itu waktu di Solo, semoga di Jakarta Ia terapkan," katanya.
(lns)