Kritis, pedagang ayam dianiaya oknum TNI
Senin, 22 Oktober 2012 - 21:18 WIB
Kritis, pedagang ayam dianiaya oknum TNI
A
A
A
Sindonews.com - Seorang pedagang ayam dianiaya oknum TNI kesatuan Batalyon 515 Tanggul-Jember berpangkat Praka berinisial BU. Akibat penganiayaan ini, tujuh giginya rontok, rahang atas dan bawah patah. Komandan Batalyon 515 Tanggul-Jember meminta maaf dan berjanji akan menanggung biaya rumah sakit serta memproses pelaku.
Kondisi Sucipto (55), warga Jalan slamet Riyadi Kecamatan Patrang yang sehari-hari sebagai petenak dan penjual ayam potong sungguh mengenaskan usai dianiaya oknum TNI. Sucipto kini tergeletak dirawat inap dengan kondisi nyaris seperti lumpuh di Ruang Paviliun Nusa Indar Rumah Sakit Daerah (RSD) Soebandi Jember.
Istri Sucipto, Diah Hariyani menuturkan, kejadian penganiayaan berlangsung pada Minggu 21 Oktober 2012 siang. Siang itu, Sucipto berusaha melerai pertengkaran kecil antara keponakannya dengan anak oknum tentara pelaku aniaya.
"Sebenarnya saat itu hanya bermula dari pertengkaran anak kecil,
biasalah anak-anak kan sering bertengkar,"katanya di RSD Soebandi Jember, Senin (22/10/2012).
Namun tanpa sebab, saat itu suami saya dihajar, berkali-kali dipukuli. Diah berupaya memisah penganiayaan tersebut dengan mendorong oknum TNI tersebut.
"Suami saya dihajar berkali-kali hingga tujuh giginya rontok. Setelah itu ditinggalkan begitu saja, langsung saya sempat mau lapor ke polisi," kata Diah.
Menanggapi aksi penganiayaan berat tersebut, Komandan Batalyon 515 Letkol Inf Anhar P menyampaikan permintaan maaf kepada istri korban.
"Saya baru terima kabar itu tadi pagi. Saya minta maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat, khususnya keluarga korban atas kejadian itu," kata Anhar P.
Dia juga berusaha menyelesaikan kasus itu secara kekeluargaan, termasuk menanggung biaya pengobatan di rumah sakit. "Jelas ada pelanggaran disiplin dan akan diproses internal. Ini sangat memalukan," sesalnya.
Kondisi Sucipto (55), warga Jalan slamet Riyadi Kecamatan Patrang yang sehari-hari sebagai petenak dan penjual ayam potong sungguh mengenaskan usai dianiaya oknum TNI. Sucipto kini tergeletak dirawat inap dengan kondisi nyaris seperti lumpuh di Ruang Paviliun Nusa Indar Rumah Sakit Daerah (RSD) Soebandi Jember.
Istri Sucipto, Diah Hariyani menuturkan, kejadian penganiayaan berlangsung pada Minggu 21 Oktober 2012 siang. Siang itu, Sucipto berusaha melerai pertengkaran kecil antara keponakannya dengan anak oknum tentara pelaku aniaya.
"Sebenarnya saat itu hanya bermula dari pertengkaran anak kecil,
biasalah anak-anak kan sering bertengkar,"katanya di RSD Soebandi Jember, Senin (22/10/2012).
Namun tanpa sebab, saat itu suami saya dihajar, berkali-kali dipukuli. Diah berupaya memisah penganiayaan tersebut dengan mendorong oknum TNI tersebut.
"Suami saya dihajar berkali-kali hingga tujuh giginya rontok. Setelah itu ditinggalkan begitu saja, langsung saya sempat mau lapor ke polisi," kata Diah.
Menanggapi aksi penganiayaan berat tersebut, Komandan Batalyon 515 Letkol Inf Anhar P menyampaikan permintaan maaf kepada istri korban.
"Saya baru terima kabar itu tadi pagi. Saya minta maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat, khususnya keluarga korban atas kejadian itu," kata Anhar P.
Dia juga berusaha menyelesaikan kasus itu secara kekeluargaan, termasuk menanggung biaya pengobatan di rumah sakit. "Jelas ada pelanggaran disiplin dan akan diproses internal. Ini sangat memalukan," sesalnya.
(ysw)