KPU Jabar antisipasi kericuhan tes kesehatan
Senin, 22 Oktober 2012 - 12:45 WIB
KPU Jabar antisipasi kericuhan tes kesehatan
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat (Jabar) melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk terkait proses pemeriksaan kesehatan para calon gubernur dan wakil gubernur Jabar.
MoU itu juga akan melibatkan pihak Polda Jabar, dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), untuk mencegah intervensi dan intimidasi kepada dokter yang memeriksa kesehatan para kandidat.
Kepala Bagian Hukum, Teknis, dan Humas KPU Jabar Teppy Wawan Dharmawan mengatakan, pihaknya mengusulkan agar ada pembatasan jumlah tim kampanye, dan tim sukses yang ada di dalam ruangan pemeriksaan kesehatan.
"Setiap pasangan calon pasti bawa rombongan. Hanya perwakilan dari tim kampanye yang boleh di dalam ruangan untuk mengurusi administrasi pemeriksaan kesehatan," katanya kepada wartawan di Bandung, Jawa Barat, Senin (22/10/2012).
Dia mengungkapkan, pihaknya juga akan membahas mengenai teknis pemeriksaan kesehatan dengan IDI, agar bisa menyusun panduan kepada para kandidat yang akan diperiksa nantinya.
Sementara itu, Kepala Biro Operasi Polda Jabar Kombes Pol Martanto menambahkan, penjagaan aparat kepolisian sangat diperlukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan saat pemeriksaan kesehatan.
"Saat melaksanakan pemeriksaan kesehatan rohani dan jasmani calon kepala daerah, hendaknya segenap komponen yang terlibat langsung dalam Pilgub 2013 sudah mengantisipasi masalah keamanan sampai pada alternatif yang terburuk," paparnya.
MoU itu juga akan melibatkan pihak Polda Jabar, dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), untuk mencegah intervensi dan intimidasi kepada dokter yang memeriksa kesehatan para kandidat.
Kepala Bagian Hukum, Teknis, dan Humas KPU Jabar Teppy Wawan Dharmawan mengatakan, pihaknya mengusulkan agar ada pembatasan jumlah tim kampanye, dan tim sukses yang ada di dalam ruangan pemeriksaan kesehatan.
"Setiap pasangan calon pasti bawa rombongan. Hanya perwakilan dari tim kampanye yang boleh di dalam ruangan untuk mengurusi administrasi pemeriksaan kesehatan," katanya kepada wartawan di Bandung, Jawa Barat, Senin (22/10/2012).
Dia mengungkapkan, pihaknya juga akan membahas mengenai teknis pemeriksaan kesehatan dengan IDI, agar bisa menyusun panduan kepada para kandidat yang akan diperiksa nantinya.
Sementara itu, Kepala Biro Operasi Polda Jabar Kombes Pol Martanto menambahkan, penjagaan aparat kepolisian sangat diperlukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan saat pemeriksaan kesehatan.
"Saat melaksanakan pemeriksaan kesehatan rohani dan jasmani calon kepala daerah, hendaknya segenap komponen yang terlibat langsung dalam Pilgub 2013 sudah mengantisipasi masalah keamanan sampai pada alternatif yang terburuk," paparnya.
(lil)