2 korban bom poso dirawat di RSUD Poso
Senin, 22 Oktober 2012 - 09:21 WIB
2 korban bom poso dirawat di RSUD Poso
A
A
A
Sindonews.com - Dua korban ledakan bom di Poso saat ini dirawat secara intensif di rumah sakit umum daerah setempat. keduanya menderita luka pada bagian tangan dan punggung akibat serpihan besi timah yang diduga menjadi material bom.
Kedua korban ledakan bom di pos Polantas Poso, masing-masing bernama Briptu Rusliadi, dan satpam Bank BRI Muh Akbar.
Briptu Rusliadi terluka di bagian telapak tangan kanannya, dan terpaksa menjalani proses rontgent di bagian USG RSUD Poso, untuk melihat kondisi lukanya tersebut.
Sedangkan korban lainnya yaitu Muh Akbar, menjalani perawatan di bagian Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk mengeluarkan serpihan bom berupa potongan-potongan timah. Muh Akbar mengalami luka pada bagian punggung dan kaki.
"Akbar menjadi korban saat perjalanan pulang kerumah setelah piket malam. Namun tiba-tiba mendengar suara ledakan di pos polisi. Dia (Akbar) inisiatif untuk melihat, disaat itulah ledakan kedua kembali terjadi dan melukainya," jelas rekan satpam Said, Senin (22/10/2012).
Ledakan sendiri berada tepat di pos polisi lalu lintas d(Polantas) dekat Bundaran Smaker, Jalan Tanjug Bulu, Poso, Sulawesi Tengah. Ledakan itu terjadi sekira pukul 06.25 WITA.
Ledakan tersebut merupakan kali kedua di Poso selama Oktober 2012. Sebelumnya, ledakan terjadi di sebuah rumah warga di Lorong Serbaguna, Kelurahan Kawua, Kecamatan Poso Kota Selatan.
Sebelum ledakan tersebut, dua orang anggota kepolisian juga ditemukan tewas setelah sebelumnya menghilang saat menyisir lokasi pelatihan militer jaringan teroris di Poso.
Kedua korban ledakan bom di pos Polantas Poso, masing-masing bernama Briptu Rusliadi, dan satpam Bank BRI Muh Akbar.
Briptu Rusliadi terluka di bagian telapak tangan kanannya, dan terpaksa menjalani proses rontgent di bagian USG RSUD Poso, untuk melihat kondisi lukanya tersebut.
Sedangkan korban lainnya yaitu Muh Akbar, menjalani perawatan di bagian Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk mengeluarkan serpihan bom berupa potongan-potongan timah. Muh Akbar mengalami luka pada bagian punggung dan kaki.
"Akbar menjadi korban saat perjalanan pulang kerumah setelah piket malam. Namun tiba-tiba mendengar suara ledakan di pos polisi. Dia (Akbar) inisiatif untuk melihat, disaat itulah ledakan kedua kembali terjadi dan melukainya," jelas rekan satpam Said, Senin (22/10/2012).
Ledakan sendiri berada tepat di pos polisi lalu lintas d(Polantas) dekat Bundaran Smaker, Jalan Tanjug Bulu, Poso, Sulawesi Tengah. Ledakan itu terjadi sekira pukul 06.25 WITA.
Ledakan tersebut merupakan kali kedua di Poso selama Oktober 2012. Sebelumnya, ledakan terjadi di sebuah rumah warga di Lorong Serbaguna, Kelurahan Kawua, Kecamatan Poso Kota Selatan.
Sebelum ledakan tersebut, dua orang anggota kepolisian juga ditemukan tewas setelah sebelumnya menghilang saat menyisir lokasi pelatihan militer jaringan teroris di Poso.
(rsa)