Tiga rumah warga ludes terbakar
Minggu, 21 Oktober 2012 - 16:21 WIB
Tiga rumah warga ludes terbakar
A
A
A
Sindonews.com - Tiga rumah warga di kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Rajawali, Kecamatan Kota Bojonegoro, ludes dilahap si jago merah pada Minggu 21 Oktober 2012.
Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, namun kerugian material ditaksir mencapai Rp100 juta lebih.
Rumah warga yang luluh lantak itu milik Sriati (41), Warsini (54), dan Juwari (43), ketiganya masih bersaudara.
Menurut keterangan Juwari, semula api pertama kali muncul dari rumahnya. Diduga, api muncul dari percikan hubungan arus pendek listrik.
"Api kemudian cepat membesar dan menjalar ke bangunan rumah milik Warsini dan Sriati," kata Juwari.
Warga yang melihat kobaran api berusaha memadamkan dengan peralatan seadanya. Namun, material bangunan yang mudah terbakar dan embusan angin yang kencang membuat upaya pemadaman api sulit dilakukan.
Dua mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian setengah jam kemudian. Petugas pemadam kebakaran dibantu warga, berusaha memadamkan api agar tidak menjalar ke rumah lainnya.
Setelah satu jam kemudian, api berhasil dijinakkan. Tiga bangunan rumah itu pun menyisakan puing-puing dan asap tebal.
Sriati yang bekerja sebagai tukang cuci keliling baru mengetahui kalau rumahnya terbakar beberapa saat kemudian.
Mengetahui rumahnya ludes dilahap si jago merah, ia menangis. Uang yang ia simpan di lemari senilai Rp1,5 juta ludes ikut terbakar bersama surat-surat berharga dan perabotan. Barang berharga yang berhasil diselamatkan hanya sebuah televisi.
Petugas dari Polsek Kota Bojonegoro datang ke lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara.
Polisi memasang garis pengaman di sekeliling lokasi kejadian. Warga yang penasaran dengan kejadian kebakaran itu terlihat berkerumun ingin melihat dari dekat.
Petugas Polsek Kota Bojonegoro Aiptu Didik mengatakan, dari penyelidikan sementara, penyebab kebakaran karena hubungan arus pendek listrik.
“Api pertama kali diduga dari hubungan arus pendek listrik di rumah Juwari. Lalu, api dengan cepat menjalar ke rumah lainnya,” ujarnya di lokasi kejadian.
Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, namun kerugian material ditaksir mencapai Rp100 juta lebih.
Rumah warga yang luluh lantak itu milik Sriati (41), Warsini (54), dan Juwari (43), ketiganya masih bersaudara.
Menurut keterangan Juwari, semula api pertama kali muncul dari rumahnya. Diduga, api muncul dari percikan hubungan arus pendek listrik.
"Api kemudian cepat membesar dan menjalar ke bangunan rumah milik Warsini dan Sriati," kata Juwari.
Warga yang melihat kobaran api berusaha memadamkan dengan peralatan seadanya. Namun, material bangunan yang mudah terbakar dan embusan angin yang kencang membuat upaya pemadaman api sulit dilakukan.
Dua mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian setengah jam kemudian. Petugas pemadam kebakaran dibantu warga, berusaha memadamkan api agar tidak menjalar ke rumah lainnya.
Setelah satu jam kemudian, api berhasil dijinakkan. Tiga bangunan rumah itu pun menyisakan puing-puing dan asap tebal.
Sriati yang bekerja sebagai tukang cuci keliling baru mengetahui kalau rumahnya terbakar beberapa saat kemudian.
Mengetahui rumahnya ludes dilahap si jago merah, ia menangis. Uang yang ia simpan di lemari senilai Rp1,5 juta ludes ikut terbakar bersama surat-surat berharga dan perabotan. Barang berharga yang berhasil diselamatkan hanya sebuah televisi.
Petugas dari Polsek Kota Bojonegoro datang ke lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara.
Polisi memasang garis pengaman di sekeliling lokasi kejadian. Warga yang penasaran dengan kejadian kebakaran itu terlihat berkerumun ingin melihat dari dekat.
Petugas Polsek Kota Bojonegoro Aiptu Didik mengatakan, dari penyelidikan sementara, penyebab kebakaran karena hubungan arus pendek listrik.
“Api pertama kali diduga dari hubungan arus pendek listrik di rumah Juwari. Lalu, api dengan cepat menjalar ke rumah lainnya,” ujarnya di lokasi kejadian.
(maf)