Pemkab jamin pembangunan bandara untungkan warga
Sabtu, 20 Oktober 2012 - 01:51 WIB
Pemkab jamin pembangunan bandara untungkan warga
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah kabupaten (pemkab) Kulonprogo menjamin keberadaan bandara yang akan dibangun di Kecamatan Temon, tidak akan merugikan masyarakat.
Pemkab akan terus mengupayakan solusi terbaik agar warga tetap bisa menikmati bandara dengan kehidupan yang lebih mapan.
“Pemkab tidak akan membiarkan masyarakat menjadi korban, jadi mereka ini akan menjadi prioritas dan perhatian terkait dengan pembangunan bandara,” jelas Sekda Kulonprogo Budi Wibowo, usai menemui perwakilan warga dari empat desa yang menolak kehadiran bandara di Kulonprogo, Jumat 19 Oktober 2012.
Menurutnya, masukan dari warga yang tergabung dalam Paguyuban WahanaTri Tunggal cukup bagus dan akan direspon. Semua masukan ini akan diidentifikasi dan disampaikan kepada pemrakarsa dalam hal ini PT Angkasa Pura.
Dengan adanya masukan ini justru akan memudahkan koordinasi dengan tetalp dalam suasana kondusif. “Pemkab akan fasilitasi agar harapan masyarakat selaras dengan kebijakan pemerintah,” jelasnya.
Terkait masalah warga yang keberatan lahannya dipakai untuk bandara, Budi wibowo minta warga tidak perlu resah. Jika memang bandara terealisasi akan ada solusi. Termasuk profesi mereka sebagai petani tetap akan diakomodir.
“Kami minta warga tidak perlu risau, kami siap membantu dalam solusi,” tandasnya.
Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo menyatakan proses pembangunan masih sangat panjang. Dipilihnya wilayah Temon, karena dari hasil Feasibility Studies yang dilakukan di tujuh titik, Kulonprogo paling ideal.
Pemkab saat ini masih menunggu proses izin lokasi dari Kementerian Perhubungan.
“Nanti kalau memang sudah jelas pemkab akan informasikan. Warga jangan percaya dengan orang-orang yang mengambarkan tidak jelas,” tuturnya.
Pemkab akan terus mengupayakan solusi terbaik agar warga tetap bisa menikmati bandara dengan kehidupan yang lebih mapan.
“Pemkab tidak akan membiarkan masyarakat menjadi korban, jadi mereka ini akan menjadi prioritas dan perhatian terkait dengan pembangunan bandara,” jelas Sekda Kulonprogo Budi Wibowo, usai menemui perwakilan warga dari empat desa yang menolak kehadiran bandara di Kulonprogo, Jumat 19 Oktober 2012.
Menurutnya, masukan dari warga yang tergabung dalam Paguyuban WahanaTri Tunggal cukup bagus dan akan direspon. Semua masukan ini akan diidentifikasi dan disampaikan kepada pemrakarsa dalam hal ini PT Angkasa Pura.
Dengan adanya masukan ini justru akan memudahkan koordinasi dengan tetalp dalam suasana kondusif. “Pemkab akan fasilitasi agar harapan masyarakat selaras dengan kebijakan pemerintah,” jelasnya.
Terkait masalah warga yang keberatan lahannya dipakai untuk bandara, Budi wibowo minta warga tidak perlu resah. Jika memang bandara terealisasi akan ada solusi. Termasuk profesi mereka sebagai petani tetap akan diakomodir.
“Kami minta warga tidak perlu risau, kami siap membantu dalam solusi,” tandasnya.
Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo menyatakan proses pembangunan masih sangat panjang. Dipilihnya wilayah Temon, karena dari hasil Feasibility Studies yang dilakukan di tujuh titik, Kulonprogo paling ideal.
Pemkab saat ini masih menunggu proses izin lokasi dari Kementerian Perhubungan.
“Nanti kalau memang sudah jelas pemkab akan informasikan. Warga jangan percaya dengan orang-orang yang mengambarkan tidak jelas,” tuturnya.
(ysw)