Gali terowongan, 7 imigran kabur
Jum'at, 19 Oktober 2012 - 16:59 WIB
Gali terowongan, 7 imigran kabur
A
A
A
Sindonews.com - Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Surabaya di Raci, Kecamatan Bangil Kabupaten Pasuruan kembali kebobolan. Tujuh imigran gelap asal Afghanistan berhasil kabur dari tahanan berjeruji besi.
Kaburnya para imigran yang baru dipindahkan dari tahanan sementara di Waru, Sidoarjo pada 10 Oktober lalu tersebut, diketahui petugas Jumat sekitar pukul 05.00 WIB. Petugas yang patroli mendapati lubang terowongan di sebelah barat kamar tahanan A4.
Dengan menggunakan peralatan tongkat pembersih lantai, para tahanan ini menggali lantai kamar mandi. Lubang berdiameter sekitar 30 sentimeter ini tembus ke bagian luar kamar tahanan. Setelah berada di pelataran, mereka memanjat pagar setinggi lima meter menggunakan tangga bekas pekerjaaan kontruksi.
"Mereka memanjat pagar pembatas menggunakan kayu yang digunakan sebagai tangga. Kayu ini sisa pekerjaan konstruksi yang saat ini sedang dikerjakan," kata Wahyu Triwibowo, Kasubsi Ketertiban Rudenim Surabaya di Raci, Jumat (19/10/2012).
Menurut Wahyu, Rudenim yang dihuni 51 imigran pencari suaka politik ke Australia saat ini sedang dalam masa renovasi. Bahkan saat Rudenim di Raci menerima pelimpahan dari Sidoarjo, kondisi kamar tahanan belum sempurna.
"Kami terpaksa mengerjakan pengelasan teralis besi pada malam hari. Kondisi kamar tahanan memang belum sempurna," tandas Wahyu.
Selama masa renovasi, kata Wahyu, para tahanan imigrasi ini tidak diperkenankan berada di luar kamar tahanan. Hal ini untuk mengantisipasi kaburnya para tahanan, juga karena di areal tersebut terdapat para pekerja yang sedang merenovasi Rudenim.
"Mereka hanya dikeluarkan dari kamar tahanan pada saat-saat tertentu. Misalnya, saat ada pemeriksaan kesehatan," tandasnya.
Pihaknya menepis dugaan unsur kesengajaan dalam pelarian para imigran tersebut. Meski personilnya terbatas, sistem pengamanan telah dilakukan secara ketat.
Kaburnya para imigran yang baru dipindahkan dari tahanan sementara di Waru, Sidoarjo pada 10 Oktober lalu tersebut, diketahui petugas Jumat sekitar pukul 05.00 WIB. Petugas yang patroli mendapati lubang terowongan di sebelah barat kamar tahanan A4.
Dengan menggunakan peralatan tongkat pembersih lantai, para tahanan ini menggali lantai kamar mandi. Lubang berdiameter sekitar 30 sentimeter ini tembus ke bagian luar kamar tahanan. Setelah berada di pelataran, mereka memanjat pagar setinggi lima meter menggunakan tangga bekas pekerjaaan kontruksi.
"Mereka memanjat pagar pembatas menggunakan kayu yang digunakan sebagai tangga. Kayu ini sisa pekerjaan konstruksi yang saat ini sedang dikerjakan," kata Wahyu Triwibowo, Kasubsi Ketertiban Rudenim Surabaya di Raci, Jumat (19/10/2012).
Menurut Wahyu, Rudenim yang dihuni 51 imigran pencari suaka politik ke Australia saat ini sedang dalam masa renovasi. Bahkan saat Rudenim di Raci menerima pelimpahan dari Sidoarjo, kondisi kamar tahanan belum sempurna.
"Kami terpaksa mengerjakan pengelasan teralis besi pada malam hari. Kondisi kamar tahanan memang belum sempurna," tandas Wahyu.
Selama masa renovasi, kata Wahyu, para tahanan imigrasi ini tidak diperkenankan berada di luar kamar tahanan. Hal ini untuk mengantisipasi kaburnya para tahanan, juga karena di areal tersebut terdapat para pekerja yang sedang merenovasi Rudenim.
"Mereka hanya dikeluarkan dari kamar tahanan pada saat-saat tertentu. Misalnya, saat ada pemeriksaan kesehatan," tandasnya.
Pihaknya menepis dugaan unsur kesengajaan dalam pelarian para imigran tersebut. Meski personilnya terbatas, sistem pengamanan telah dilakukan secara ketat.
(azh)