Polisi ambil paksa bendera Bintang Kejora
Jum'at, 19 Oktober 2012 - 14:07 WIB
Polisi ambil paksa bendera Bintang Kejora
A
A
A
Sindonews.com - Polisi merampas bendera Bintang Kejora saat peringatan satu tahun pembentukan Negara Federasi Papua Barat (NFPB) di Manokwari, Papua Barat. Polisi terpaksa mengambil tindakan tegas tersebut, saat warga yang tergabung dalam West Papua National Authority melakukan long march sambil mengibarkan bendera Bintang Kejora.
Awalnya, aksi long march yang dilakukan Jumat (19/10/2012) berlangsung tertib. Namun, situasi berubah tegang saat pihak kepolisian merampas bendera Bintang Kejora dari tangan peserta long march. Perampasan tersebut menyulut emosi peserta lainnya.
Situasi semakin panas, saat polisi kembali mencoba mengambil bendera Bintang Kejora dari tangan peserta lainnya. Beruntung, kericuhan tersebut tidak berakhir bentrok saat peserta membuat kesepakatan dengan kepolisian.
Dalam aksinya, massa mengecam dan menuntut pengusutan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang terjadi di Papua selama ini. Dalam aksinya, mereka juga menyertakan belasan poster dan spanduk berisi kecaman terhadap tindakan anarkis aparat.
Selain membuat kemacetan panjang, aksi ini juga membuat sejumlah pemilik kios dan toko tutup lebih awal. Demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, ratusan personel kepolisian dari Polres Manokwari diterjunkan untuk mengawal aksi tersebut.
Awalnya, aksi long march yang dilakukan Jumat (19/10/2012) berlangsung tertib. Namun, situasi berubah tegang saat pihak kepolisian merampas bendera Bintang Kejora dari tangan peserta long march. Perampasan tersebut menyulut emosi peserta lainnya.
Situasi semakin panas, saat polisi kembali mencoba mengambil bendera Bintang Kejora dari tangan peserta lainnya. Beruntung, kericuhan tersebut tidak berakhir bentrok saat peserta membuat kesepakatan dengan kepolisian.
Dalam aksinya, massa mengecam dan menuntut pengusutan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang terjadi di Papua selama ini. Dalam aksinya, mereka juga menyertakan belasan poster dan spanduk berisi kecaman terhadap tindakan anarkis aparat.
Selain membuat kemacetan panjang, aksi ini juga membuat sejumlah pemilik kios dan toko tutup lebih awal. Demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, ratusan personel kepolisian dari Polres Manokwari diterjunkan untuk mengawal aksi tersebut.
(azh)