Warga sekitar bendungan belum mau mengungsi
Jum'at, 19 Oktober 2012 - 12:23 WIB
Warga sekitar bendungan belum mau mengungsi
A
A
A
Sindonews.com - Meskipun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah mengeluarkan peringatan status siaga pada Bendungan Way Ela, warga Desa Negerilima, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, tetap menjalankan aktivitasnya.
Di sekitar Bendungan Way Ela ini terdapat sekira 5.000 warga. Walaupun Bendungan Way Ela sudah berstatus siaga bencana, warga nampak tidak panik dan masih beraktivitas di sekitar bendungan.
Anak-anak Negerilima juga tetap bersekolah seperti biasanya. Para ibu juga tetap bercengkrama dengan tetangganya. Suasana desa ini tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kepanikan warga desa, padahal sekitar dua kilometer ke arah perbukitan ada sebuah bendungan raksasa terbentuk alami yang sewaktu-waktu dapat mengancam nyawa mereka.
Warga malah menilai, pemerintah terkesan terburu-buru dalam memberlakukan wilayahnya sebagai daerah rawan bencana.
"Ada tenda di Dalam Desa Negerilima yang dibangun oleh Kementerian Sosial dulu. Tapi itu terlalu terburu-buru," ungkap salah seorang warga, Haji Khadijah menjelaskan kepada wartawan, Jumat (19/10/2012).
Data dari BNPB menyebutkan, bendungan alami atau natural dam itu seluas 1.000 meter sedalam 200 meter dan memiliki volume air hingga 87 juta meter kubik. Akibat longsoran bukit, bendungan ini mengandung material seperti batu besar dan kayu. Jika bendungan ini jebol, material batu dan kayu ini akan terbawa air yang mengarah ke Desa Negerilima.
Dari pantauan di lapangan, sebagian warga yang tinggal di kaki bukit memang sudah mengungsi ke arah desa dan bukan keluar dari desa Negerilima. Warga mengaku akan tetap tinggal di desa mereka dan merasa tidak perlu mengungsi untuk saat ini.
Di sekitar Bendungan Way Ela ini terdapat sekira 5.000 warga. Walaupun Bendungan Way Ela sudah berstatus siaga bencana, warga nampak tidak panik dan masih beraktivitas di sekitar bendungan.
Anak-anak Negerilima juga tetap bersekolah seperti biasanya. Para ibu juga tetap bercengkrama dengan tetangganya. Suasana desa ini tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kepanikan warga desa, padahal sekitar dua kilometer ke arah perbukitan ada sebuah bendungan raksasa terbentuk alami yang sewaktu-waktu dapat mengancam nyawa mereka.
Warga malah menilai, pemerintah terkesan terburu-buru dalam memberlakukan wilayahnya sebagai daerah rawan bencana.
"Ada tenda di Dalam Desa Negerilima yang dibangun oleh Kementerian Sosial dulu. Tapi itu terlalu terburu-buru," ungkap salah seorang warga, Haji Khadijah menjelaskan kepada wartawan, Jumat (19/10/2012).
Data dari BNPB menyebutkan, bendungan alami atau natural dam itu seluas 1.000 meter sedalam 200 meter dan memiliki volume air hingga 87 juta meter kubik. Akibat longsoran bukit, bendungan ini mengandung material seperti batu besar dan kayu. Jika bendungan ini jebol, material batu dan kayu ini akan terbawa air yang mengarah ke Desa Negerilima.
Dari pantauan di lapangan, sebagian warga yang tinggal di kaki bukit memang sudah mengungsi ke arah desa dan bukan keluar dari desa Negerilima. Warga mengaku akan tetap tinggal di desa mereka dan merasa tidak perlu mengungsi untuk saat ini.
(azh)