Pemkot Yogya acuhkan PKL titik nol kilometer

Kamis, 18 Oktober 2012 - 23:11 WIB
Pemkot Yogya acuhkan...
Pemkot Yogya acuhkan PKL titik nol kilometer
A A A
Sindonews.com - Pemerintah Kota Yogya tidak memberi izin bagi para pedagang kali lima (PKL) untuk melakukan aktifitas di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta. Jika ada pedagan yang nekat berjualan, petugas dari dinas ketertiban yang melakukan upaya penindakan terhadap PKL Titik Nol Yogyakarta.

"Kawasan Titik Nol merupakan larangan untuk berjualan. Sudah ada peraturan Wali Kotanya," kata Asisten Sekretaris Daerah (Sekda) Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Yogyakarta, Aman Yuriadijaya saat menerima perwakilan PKL Titik Nol di Pemkot Yogyakarta, Kamis (18/10/2012).

Pemkot tidak akan melakukan relokasi atau memberi tempat kepada para pedagang yang meminta tempat untuk berjualan. Pemkot terkesan membiarkan nasip para PKL tersebut yang meminta ditempatkan.

"Kalau mereka bersedia, silakan menempati pasar-pasar sepanjang masih tersedia dan memenuhi persyaratan. Kita persilakan para pedagang untuk berusaha mencari lokasi di beberapa pasar yang masih kosong," ujarnya.

Koordinator PKL Titik Nol Kilometer, Suprawoto alias Gendut mengaku kecewa dengan pertemuan itu. Ia bersama sekira 50 pedagan lainnya hanya bisa gigit jari dengan keinginannya agar direlokasi.

"Kami ke sini supaya ada bantuan dari pemkot untuk mengusahakan lokasi bagi kami, tetapi apa yang terjadi kita tidak bisa berbuat banyak," terangnya.

Gendut mengaku masih ada beberapa pedagang yang menjagakan di kawasan Titik Nol. Tetapi, pedagan tersebut sifatnya kucing-kucingan kepada petugas dinas ketertiban.

"Ya memang masih ada yang berjualan, itu semua pedagang baru. Kita tau mereka, tapi ya namanya saja mencari uang," jelasnya.

Dia mengakui, bersama sekira 120 pedagang lainya sudah tidak melakukan aktifitas jualan tiga bulan lalu pasca Pemkot dan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X melarang.

"Dulu dapat solusi untuk berjualan di selatan Pasar Beringharjo, namun sifatnya itu hanya sementara. Kami harapkan ada solusi tempat yang permanen," imbuhnya.

Dia menambahkan, selama ini mereka berjualan sifatnya 'mlayu-mlayu'. Artinya, dari satu tempat wisata dan hotel ke tempat lainnya. Rata-rata pendapatan bersih (keuntungan) para PKL itu antara Rp25 ribu hingga Rp75 ribu perhari.
(mhd)
Berita Terkait
Dishub Tangsel Minta...
Dishub Tangsel Minta Lapak Pasar Malam di Trotoar Ditertibkan
Viral, Pedagang Perempuan...
Viral, Pedagang Perempuan Saling Tinju dan Jambak dengan Petugas Satpol PP
Ditolak Warga, Penertiban...
Ditolak Warga, Penertiban Lahan Milik PT KAI di Lampung Nyaris Bentrok
Ratusan Pedagang Pasar...
Ratusan Pedagang Pasar Larangan Sidoarjo Tolak Direlokasi, Terlibat Saling Dorong dengan Satpol PP
Warga Korban Penertiban...
Warga Korban Penertiban Bangunan Lempar Telur ke Restoran Eks Rindu Alam di Puncak
Penertiban Pedagang...
Penertiban Pedagang Liar di Banda Aceh
Berita Terkini
Marak Kepala Daerah...
Marak Kepala Daerah Terjerat OTT, Mendagri Dorong Pembatasan Biaya Kampanye
23 menit yang lalu
Prabowo: Pemimpin Indonesia...
Prabowo: Pemimpin Indonesia Bukan Pemimpin yang Bodoh, Naif, ataupun Penakut
1 jam yang lalu
Kebakaran Landa TPA...
Kebakaran Landa TPA Cipayung Depok, 8 Unit Damkar Dikerahkan
9 jam yang lalu
Polda Papua: Mortir...
Polda Papua: Mortir Sisa PD II di Biak Meledak saat Digergaji 5 Orang
12 jam yang lalu
KM Nurul Salsa Tenggelam...
KM Nurul Salsa Tenggelam di Perairan Pulau Polassi Sulsel: 1 Meninggal dan 23 Hilang
13 jam yang lalu
Gus Salam, Calon Ketum...
Gus Salam, Calon Ketum PBNU yang Dukung Argentina Sejak 1986
13 jam yang lalu
Infografis
5 Titik Rawan Perang...
5 Titik Rawan Perang Dunia III pada Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved