Ada raskin berkutu, DPRD gelar rapat
Kamis, 18 Oktober 2012 - 18:06 WIB
Ada raskin berkutu, DPRD gelar rapat
A
A
A
Sindonews.com - Beras untuk keluarga miskin (Raskin) yang dibagikan kepada warga Dusun Plalar, Desa Pakis, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang alokasi September-Oktober 2012, ditemukan tidak layak konsumsi.
Ini bukan pertama kali warga dusun tersebut menerima raskin berkualitas buruk.
Mengetahui kondisi ini, Komisi B DPRD Kabupaten Magelang langsung merencanakan menggelar rapat dengan pihak terkait.
Untuk mengumpulkan bukti, Komisi B DPRD Kabupaten Magelang langsung turun ke Dusun Plalar. Anggota dewan menemukan beras yang dibagikan berwarna kecoklatan, pucat, dan lengket saat diletakkan di atas telapak tangan.
Ketua RW 02 Dusun Plalar Subardi mengatakan, beras raskin yang diterima warga sulit untuk ditanak. Bahkan bila ditambah air, nasinya akan lembek seperti bubur.
"Nasinya tidak bisa dinikmati, ditambah lagi baunya tidak enak," katanya di depan dua anggota Komisi B DPRD Kabupaten Magelang, Drs H Suwarsa dan Isti Wahyuni, di Dusun Plalar, Desa Pakis, Magelang, Kamis (18/10/2012).
Dia membandingkan, rasanya lebih enak nasi jagung ketimbang nasi dari raskin tersebut. Pembagian raskin tak layak konsumsi juga pernah diterima warga sekitar empat bulan lalu, bahkan kualitasnya lebih buruk lagi.
Kepala Dusun Plalar Mudiyono mengakui kalau kualitas raskin yang diterima dua bulan terakhir (September-Oktober) memang kurang bagus. Tapi sejauh ini belum ada komplain dari warga penerima raskin.
Dia mengaku menerima surat melalui kepala desa pada Rabu 17 Oktober 2012 malam. Surat itu menyatakan kondisi raskin yang diterima warga Plalar baik dan tidak ada komplain dari warga.
Mengetahui tidak sesuai kenyataan, Kadus Plalar pun enggan menandatanganinya.
Anggota KOmisi B DPRD Kabupaten Magelang Isti Wahyuni menduga, warga takut komplain karena terkendala beban psikologis. Mereka khawatir, jika komplain tak lagi diberi jatah raskin.
"Semua data dan bukti ini, akan kami jadikan bahan rapat kerja dengan para pihak terkait, besok (Jumat 19 Oktober 2012)," tegasnya.
Ini bukan pertama kali warga dusun tersebut menerima raskin berkualitas buruk.
Mengetahui kondisi ini, Komisi B DPRD Kabupaten Magelang langsung merencanakan menggelar rapat dengan pihak terkait.
Untuk mengumpulkan bukti, Komisi B DPRD Kabupaten Magelang langsung turun ke Dusun Plalar. Anggota dewan menemukan beras yang dibagikan berwarna kecoklatan, pucat, dan lengket saat diletakkan di atas telapak tangan.
Ketua RW 02 Dusun Plalar Subardi mengatakan, beras raskin yang diterima warga sulit untuk ditanak. Bahkan bila ditambah air, nasinya akan lembek seperti bubur.
"Nasinya tidak bisa dinikmati, ditambah lagi baunya tidak enak," katanya di depan dua anggota Komisi B DPRD Kabupaten Magelang, Drs H Suwarsa dan Isti Wahyuni, di Dusun Plalar, Desa Pakis, Magelang, Kamis (18/10/2012).
Dia membandingkan, rasanya lebih enak nasi jagung ketimbang nasi dari raskin tersebut. Pembagian raskin tak layak konsumsi juga pernah diterima warga sekitar empat bulan lalu, bahkan kualitasnya lebih buruk lagi.
Kepala Dusun Plalar Mudiyono mengakui kalau kualitas raskin yang diterima dua bulan terakhir (September-Oktober) memang kurang bagus. Tapi sejauh ini belum ada komplain dari warga penerima raskin.
Dia mengaku menerima surat melalui kepala desa pada Rabu 17 Oktober 2012 malam. Surat itu menyatakan kondisi raskin yang diterima warga Plalar baik dan tidak ada komplain dari warga.
Mengetahui tidak sesuai kenyataan, Kadus Plalar pun enggan menandatanganinya.
Anggota KOmisi B DPRD Kabupaten Magelang Isti Wahyuni menduga, warga takut komplain karena terkendala beban psikologis. Mereka khawatir, jika komplain tak lagi diberi jatah raskin.
"Semua data dan bukti ini, akan kami jadikan bahan rapat kerja dengan para pihak terkait, besok (Jumat 19 Oktober 2012)," tegasnya.
(ysw)